Bukan Saham atau Emas, Investasi Ini Kalahkan S&P 25 Tahun!

Investment - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
30 May 2021 09:15
In this photo provided by the New York Stock Exchange, trader Americo Brunetti works on the floor, Thursday, March 25, 2021. Stocks are wobbling in afternoon trading Thursday as a slide in technology companies is being offset by gains for banks as bond yields stabilize.(Courtney Crow/New York Stock Exchange via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jika ingin menginvestasikan kekayaan Anda, barangkali salah satu pilihan pertama yang terpikirkan adalah menukarkan uang Anda tersebut dengan membeli saham.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan membeli saham secara individual alias saham secara terpisah atau membeli dalam bentuk saham gabungan alias indeks saham. Ada pula alternatif investasi misalnya di emas, atau jika berani bisa juga mencoba kripto (bitcoin dkk), tentu dengan pertimbangan yang matang terlebih dahulu.

Tapi tahukah Anda bahwa dalam 25 tahun terakhir (kripto belum lahir), investasi di karya seni kontemporer ternyata menawarkan laju pengembalian tahunan sebesar 14%, lebih unggul dari yang ditawarkan oleh indeks S&P 500, salah satu indeks acuan utama pasar modal AS, Wall Street, yang berada di angka 9.5% menurut perusahaan investasi karya seni, Masterworks.


Dalam program CNBC Squawk Box Europe, John Plassard, Wakil Direktur Mirabaud, grup perbankan dan keuangan internasional yang berbasis di Jenewa, Swiss, mengatakan bahwa potensi pertumbuhan investasi di seni kontemporer.

Dia menggambarkan investasi di barang seni kontemporer sebagai "aset yang mampu bertahan melawan waktu dan lolos dari risiko volatilitas". Dia juga mengatakan bahwa investasi di aset seni kontemporer adalah "jenis investasi yang sering disalahpahami".

Argumen ini menegaskan bahwa aset seni kontemporer mengalami periode kerugian yang lebih sedikit dibandingkan dengan pasar saham global, emas, bahkan investasi di sektor perumahan di AS. Ini di AS ya, bukan di Indonesia.

Menurut catatan Mirabaud, selama seperempat abad terakhir, seni kontemporer (didefinisikan sebagai karya yang dibuat dari tahun 1945 dan seterusnya) mencatat kerugian hanya dalam 4% kasus, selebihnya cuan.

Sebaliknya, S&P 500 dan pasar saham global berada di posisi merah sepanjang 24% dari total waktu keseluruhan, dan sektor perumahan AS mengalami kerugian dalam 20% kasus dan emas turun 40% dari total keseluruhan waktu.

Laju pengembalian investasi di S&P 500 vs Karya Seni (sumber: Masterworks.io)Foto: Laju pengembalian investasi di S&P 500 vs Karya Seni (sumber: Masterworks.io)
Laju pengembalian investasi di S&P 500 vs Karya Seni (sumber: Masterworks.io)

Plassard juga menunjukkan bukti bahwa seni kontemporer memiliki korelasi yang rendah dengan investasi yang lebih tradisional, yang berarti harganya tidak mungkin naik dan turun mengikuti aset tradisional tersebut.

"Karya seni juga memiliki korelasi yang rendah dengan kelas-kelas [aset investasi] lain sehingga ini merupakan investasi yang unik dengan tingkat kerugian yang minimum - jika Anda memilih yang benar, tentu saja," kata Plassard kepada CNBC, dikutip Minggu (30/5/2021).

Plassard menegaskan, dengan keunggulan masuk kategori aset yang nyata, karya seni dapat menawarkan tingkat perlindungan terhadap risiko kenaikan inflasi, yang kerap menjadi perhatian utama investor akhir-akhir ini.

Secara keseluruhan, dia mengatakan bahwa seni kontemporer menawarkan cara alternatif dalam mendiversifikasi aset investasi, tetapi juga memiliki "risiko dan biaya tergantung pada cara yang dipilih untuk memperoleh sebuah karya seni."

Biaya yang dimaksud misalnya biaya asuransi yang bisa saja relatif tinggi, dan ada juga risiko terhadap pemalsuan, pencurian, atau kerusakan karya seni. Selain itu, nilai suatu karya seni dapat berfluktuasi tergantung tren dan apakah senimannya masih digemari.

NEXT: Caranya Bagaimana?

Cara Berinvestasi di Karya Seni
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading