Mau Bagi-bagi Dividen Rp 3,8 T, Saham Unilever Nyungsep!

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
28 May 2021 13:08
(foto: unilever.co.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten barang konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) anjlok ke zona merah pada perdagangan sesi I pagi ini, Jumat (28/5/2021).

Padahal emiten ini baru saja mengumumkan rencana pembagian dividen tunai yang akan dibayarkan pada 24 Juni mendatang bernilai sebesar Rp 3,81 triliun atau Rp 100/saham.

Sejak tadi pagi, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, saham Unilever masih berkutat di zona merah. Pada penutupan perdagangan sesi-I, saham emiten barang konsumen ini tercatat turun 3% ke harga Rp 5.650/saham.


Sebelumnya saham ini ditutup di harga Rp 5.825/saham pada perdagangan kemarin (Kamis, 27/5).

Sejak tadi pagi tercatat total transaksi saham ini mencapai Rp 74,16 miliar dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 12,96 juta saham. Frekuensi transaksi tercatat terjadi sebanyak 4.118 kali dengan 72% merupakan transaksi domestik.

Kendati ambles, saham Unilever terpantau masih diminati asing dengan total beli bersih atau net buy sebesar Rp 2,45 miliar.

Dalam sebulan terakhir saham Unilever melemah 7,76% dan sempat membaik seminggu terakhir jelang pelaksanaan RPUS, naik tipis sebesar 0,44%. Sejak awal tahun saham ini juga telah turun 23,13%, saat ini tercatat kapitalisasi pasar Unilever mencapai Rp 215,55 triliun.

Adapun terkait pembagian saham Juni mendatang, Unilever mengatakan bahwa Cum dividen (batas waktu nama pemegang saham yang masuk daftar) untuk pasar reguler dan negosiasi akan jatuh pada 7 Juni 2021 dan di pasar tunai akan jatuh ada 9 Juni 2021.

Sebelumnya perusahaan telah membagikan dividen interim kepada pemegang sahamnya pada 17 Desember 2020 dengan nilai total sebesar Rp 3,31 triliun atau Rp 87/saham. Sehingga total keseluruhan dividen yang dibagikan Unilever adalah senilai Rp 7,13 triliun dari laba bersih 2020.

Sepanjang 2020, laba Unilever tercatat turun 3,11% menjadi Rp 7,16 triliun, dari tahun sebelumnya Rp 7,39 triliun. Penurunan laba bersih ini seiring dengan kenaikan tipis pendapatan di tahun pandemi Covid-19.

Total penjualan bersih UNVR di 2020 mencapai Rp 42,97 triliun, naik 0,12% dari 2019 yakni Rp 42,92 triliun. Penjualan dari dalam negeri mencapai Rp 41,16 triliun, naik dari 2019 Rp 40,87 triliun, sementara penjualan ekspor turun menjadi Rp 1,81 triliun dari sebelumnya Rp 2,05 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading