Gainers-Losers

Saham Grup MNC Ngamuk Gegara Bank Digital, LUCK-FILM Boncos!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
27 May 2021 12:13
Hary Tanoesoedibjo/dok MNC

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga saham emiten Grup MNC, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) dan PT MNC Investama Tbk (BHIT) kompak menjadi top gainers pada paruh pertama perdagangan hari ini, Kamis (27/5/2021).

Penguatan ketiga saham tersebut didorong sentimen positif dari Bank MNC yang baru saja resmi mengantongi izin bank digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berbeda kutub, saham emiten distribusi perangkat dan jasa dokumentasi PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) dan saham rumah produksi PT MD Pictures Tbk (FILM) harus rela menjadi 'pecundang' setelah ambles lebih dari 6%.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak tajam siang ini. IHSG terkerek 1,24% ke posisi 5.888,199 pada penutupan sesi I perdagangan, Kamis (27/5).

Menurut data BEI, ada 311 saham naik, 154 saham merosot dan 155 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,40 triliun dan volume perdagangan mencapai 11,18 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke bursa Tanah Air dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 403,34 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 6,91 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (27/5).

Top Gainers

  1. Bank MNC Internasional (BABP), saham +31,67%, ke Rp 158, transaksi Rp 199,0 M

  2. Harapan Duta Pertiwi (HOPE), +24,30%, ke Rp 266, transaksi Rp 36,5 M

  3. MNC Kapital Indonesia (BCAP), +17,27%, ke Rp 129, transaksi Rp 41,8 M

  4. MNC Investama (BHIT), +15,09%, ke Rp 61, transaksi Rp 46,5 M

  5. Wintermar Offshore Marine (WINS), +8,00%, ke Rp 135, transaksi Rp 12,9 M

Top Losers

  1. Sentral Mitra Informatika (LUCK), saham -6,67%, ke Rp 280, transaksi Rp 34,4 M

  2. MD Pictures (FILM), -6,28%, ke Rp 448, transaksi Rp 65,9 M

  3. Era Mandiri Cemerlang (IKAN), -4,84%, ke Rp 118, transaksi Rp 5,9 M

  4. Langgeng Makmur Industri (LMPI), -3,75%, ke Rp 154, transaksi Rp 4,7 M

  5. Putra Rajawali Kencana (PURA), -3,68%, ke Rp 131, transaksi Rp 54,4 M

Berdasarkan data di atas, saham BABP menjadi yang paling melejit dengan kenaikan 31,67% ke Rp 158/saham. Dengan penguatan ini, saham BABP berhasil rebound dari penutupan Selasa (25/5) lalu, ketika anjlok 4,00% ke Rp 120/saham.

Dalam sepekan, saham BABP berhasil melejit 81,61%, sementara dalam sebulan sudah melonjak 90,36%.

Penguatan saham BABP terjadi seiring kabar terbaru terkait bank telah resmi mendapatkan lisensi digital on boarding dari OJK.

Lisensi ini memungkinkan MNC Bank untuk sepenuhnya mendigitalisasi pembukaan rekening simpanan (digital onboarding) dan mendigitalisasi layanan perbankannya dengan sebutan Motion Banking by MNC Bank. Pada April lalu, Bank MNC memang sudah mengajukan izin digital onboarding untuk aplikasi Motion kepada OJK.

Adapun Motion Banking merupakan "digital attacker" milik MNC Group untuk meramaikan euforia digitalisasi di Indonesia.

"Keberhasilan konversi dari ekosistem MNC Group yang masif akan memberi Motion Banking peluang untuk menumbuhkan basis pelanggannya menjadi 30 juta pelanggan dalam 4-5 tahun ke depan dan menjadi ekosistem keuangan digital terdepan," kata Yudi Hamka, Chief Technology Officer MNC Group, dalam keterbukaan informasi, Kamis (27/5/2021).

Sentimen ini ikut mendorong kenaikan saham Grup MNC lainnya, termasuk saham BCAP, yang melejit 17,27% ke Rp 129/saham dan saham BHIT yang terdongkrak 15,09% ke Rp 61/saham.

Selain itu, sentimen dari BABP tersebut ikut menyengat kinerja saham-saham bank mini lain, terutama yang sedang bertransformasi menuju bank digital.

Sebut saja, saham Bank Jago (ARTO) yang melesat 6,64%, Bank Bisnis Internasional (BBSI) yang melonjak 4,81% dan Bank Harda Internasional (BBHI) naik 2,30%.

Berbeda nasib, saham LUCK malah menjadi 'pesakitan', setelah menyentuh auto rejection bawah (ARB) 6,67% ke Rp 280/saham.

Amblesnya saham LUCK siang ini terjadi lantaran para pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking), setelah saham ini menyentuh auto rejection atas (ARA) 25,00% pada Selasa (25/5) lalu.

Asal tahu saja, LUCK bersama sejumlah emiten lainnya sempat ikut terseret kasus dugaan penipuan berkedok investasi oleh PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska) pada tahun lalu.

Kuasa hukum klien Jouska Rinto Wardana menyebut, dalam laporan terakhirnya yang dilakukan pada 21 Desember 2020 lalu nilai kerugian investasi nasabah Jouska yang dikawalnya mencapai Rp 18 miliar

Adapun saham besutan produsen Manoj Punjabi, FILM, juga ambles sebesar 6,28% ke Rp 448/saham, seiring aksi profit taking investor setelah pada Selasa saham FILM melonjak 17,73%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading