Dow Futures Menguat di Tengah Optimisme Pemulihan Ekonomi

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
26 May 2021 19:22
Traders work on the floor of the New York Stock Exchange shortly after the opening bell in New York, U.S., March 19, 2018. REUTERS/Lucas Ja

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (26/5/2021), setelah Wall Street kemarin ditutup cenderung stagnan.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average naik 89 poin dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq juga menguat, kompak sebesar 0,3%. Saham siklikal yang diuntungkan dari pemulihan ekonomi menguat di sesi pra-pembukaan, seperti Ford yang melesat 2% dan Royal Caribbean yang melompat 4%.

Optimisme pembukaan kembali ekonomi di AS mengemuka setelah angka harian kasus baru Covid-19 turun ke bawah 25.000 dan nyaris separuh penduduk AS menerima suntikan vaksinasi minimal 1 dosis.


Dari pasar kripto, harga Bitcoin kembali menguat dan melewati angka US$ 40.000 pada Rabu, menurut Coin Metrics. Pada 19 Mei, mata uang kripto ini sempat menyentuh US$ 30.001,5. Sahm Tesla, yang dikenal sebagai promotor Bitcoin, menguat 0,5% di sesi pra-pembukaan.

Investor bakal memantau kebijakan dan perkembangan terbaru seputar belanja infrastruktur AS yang akan mendorong aktivitas ekonomi. Anggota Senat dari kubu Republik berencana memberikan penawaran program infrastruktur ke Presiden Joe Biden senilai US$ 1 triliun.

Pada Selasa kemarin, indeks S&P 500 berakhir melemah 0,2% menyusul koreksi saham energi, sementara Nasdaq ditutup flat sedangkan Dow Jones Industrial Average tertekan 81,52 poin, atau -0,2%. Saham maskapai penerbangan, kapal penumpang, dan peralatan bangunan melesat.

Saham United Airlines melompat 1,5% setelah mengumumkan bahwa penjualan tiket domestik telah melampaui level pada tahun 2019. Saham Royal Caribbean dan Norwegian Cruise Line kompak menguat 3,6%.

"Volatilitas yang rendah, bursa yang bergerak flat, melemahnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, dan volume perdagangan yang rendah-pada Selasa sangat terasa seperti transaksi jelang liburan. Dengan kata lain, rasanya... normal," tutur Direktur Pelaksana Goldman Sachs Chris Hussey, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Dia menilai kondisi tersebut menarik, karena ekspektasi pemulihan ekonomi belum sepenuhnya tercermin dari pergerakan kemarin. Hari ini investor memantau pidato Wakil Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Randal Quarles terkait dengan kepastian ditahannya moneter longgar meski inflasi sedang meninggi.

Di sisi lain, para bos bank-bank raksasa di AS bakal memberikan pernyataan di depan Komite Perbankan Senat, di antaranya JPMorgan Chase, Bank of America, Citigroup, Wells Fargo, Goldman Sachs dan Morgan Stanley.

Beberapa emiten yang akan merilis kinerja keuangan di antaranya adalah NVIDIA.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dow Futures Melemah, Setelah Wall Street Bergerak Fluktuatif


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading