Bursa Eropa Bergerak Variatif di Sesi Pertama Perdagangan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
26 May 2021 17:06
A trader works as screens show market data at CMC markets in London, Britain, December 11, 2018. REUTERS/Simon Dawson

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa menguat tipis pada sesi awal perdagangan Rabu (26/5/2021), setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa kebijakan moneter masih akan longgar meski inflasi meninggi.

Indeks Stoxx 600 yang berisi 600 saham unggulan Eropa naik 0,3% pada sesi pembukaan, dengan indeks saham sektor perjalanan dan tamasya melompat 1,3% memimpin reli indeks saham sektoral lainnya. Namun, indeks saham perbankan melemah 0,7%.

Selang 2 jam kemudian, indeks Stoxx 600 masih tumbuh 0,45 poin (+0,1%) ke 445,65. dan CAC Prancis bertambah 8,6 poin (+0,14%) ke 6.398,91. Namun, indeks FTSE melemah 2,9 poin (-0,04%) menjadi 7.026,85 dan DAX Jerman minus 19,7 poin (-0,13%) ke 15.445,41.


Optimisme di Eropa tersebut mengekor di bursa Asia maupun AS. Mayoritas bursa saham utama di Benua Kuning Pacific menguat dengan beberapa di antaranya libur memperingati Hari Raya Waisyak, seperti bursa Indonesia, Singapura dan Thailand.

Kontrak berjangka (futures) indeks saham AS juga menguat di sesi awal setelah kemarin Wall Street berakhir sedikit melemah. Investor masih menunggu pidato Wakil Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Randal Quarles untuk memastikan terjaganya rezim moneter longgar.

Kemarin, Wakil Ketua The Fed Richard Clarida menyatakan bahwa bank sentral bisa mengatasi lonjakan inflasi tanpa mengganggu proses pemulihan ekonomi, sementara Presiden The Fed San Francisco Mary Daly pada CNBC International menyatakan bahwa pemulihan ekonomi masih berjalan bagus, dan "sungguh terlalu dini" memperketat kebijakan moneter.

Perhatian pasar masih terfokus pada mata uang kripto di mana China berencana menghentikan aktivitas perdagangan Bitcoin dkk. Wilayah Inner Mongolia bahkan telah mengumumkan hukuman bagi perusahaan dan mereka yang terlibat dalam penambangan mata uang digital.

Langkah tersebut diambil setelah Wakil Perdana Menteri China Liu He pada pekan lalu mengatakan bahwa perlu "penindakan terhadap perilaku penambangan dan perdagangan Bitcoin" untuk mencegah "transmisi risiko individual ke masyarakat luas."

Pelaku pasar di Benua Biru bakal memantau rilis kinerja keuangan kuartal I-2021 dari beberapa emiten raksasa, di antaranya adalah Marks & Spencer. Saham perseroan melesat 4,5% meski peritel Inggris ini melaporkan koreksi laba bersihnya hingga 88% secara tahunan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading