Saham Teknologi Ngacir, LUCY Bikin Kecewa Wulan Guritno

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
25 May 2021 16:40
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten perbankan besutan bankir kawakan Jerry Ng, PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan saham emiten investasi Grup Lippo PT Multipolar Tbk (MLPL) menjadi top gainers pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (26/5/2021).

Sementara, saham emiten pengelola restoran-bar Lucy In The Sky PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) kembali menjadi 'pecundang' setelah ambles pada perdagangan hari ini, Selasa (25/5/2021).

Saham emiten yang menunjuk artis ternama Wulan Guritno sebagai komisaris independen ini sudah berkubang di zona merah selama 10 hari beruntun.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound ke level psikologis Rp 5.800 hari ini. IHSG naik 0,91% ke posisi 5.815,840 pada penutupan sesi II perdagangan Selasa (25/5).

Menurut data BEI, ada 283 saham naik, 209 saham merosot dan 153 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,72 triliun dan volume perdagangan mencapai 21,04 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke bursa domestik dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 290,41 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 118,83 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (25/5).

Top Gainers

  1. Kresna Graha Investama (KREN), saham +17,80%, ke Rp 139, transaksi Rp 29,4 M

  2. MD Pictures (FILM), +17,73%, ke Rp 478, transaksi Rp 53,9 M

  3. Era Mandiri Cemerlang (IKAN), +11,71%, ke Rp 124, transaksi Rp 17,2 M

  4. Bank Jago (ARTO), +9,62%, ke Rp 11.675, transaksi Rp 851,5 M

  5. Multipolar (MLPL), +9,05%, ke Rp 530, transaksi Rp 341,6 M

Top Losers

  1. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) , saham -6,67%, ke Rp 42, transaksi Rp 2,5 M

  2. Budi Starch & Sweetener (BUDI), -6,42%, ke Rp 204, transaksi Rp 10,5 M

  3. Budi Starch & Sweetener (ISSP), -5,96%, ke Rp 284, transaksi Rp 30,1 M

  4. Langgeng Makmur Industri (LMPI), -5,33%, ke Rp 160, transaksi Rp 9,7 M

  5. Saranacentral Bajatama (BAJA), -5,00%, ke Rp 456, transaksi Rp 17,6 M

Mengacu pada data di atas, saham ARTO melonjak 9,62% ke Rp 11.675/saham dengan nilai transaksi Rp 856,5 miliar. Saham ini melanjutkan penguatan pada penutupan Senin (24/5) kemarin sebesar 5,71% ke Rp 10.650/saham.

Dalam sepekan saham ARTO melesat 10,40%, sementara dalam sebulan terdongkrak 10,14%.

Sentimen terbaru yang turut mendongkrak harga saham ARTO ialah sinergi Gojek dan Tokopedia di bawah perusahaan holding GoTo, pada 17 Mei lalu. Ini lantaran Gojek, melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa alias Gopay, memiliki 21,40% saham ARTO.

JP Morgan dalam risetnya, 17 Mei, menjelaskan, Bank Jago dapat memperluas jangkauan ekosistem bank digital ke Tokopedia pascamerger GoTo.

Sekadar informasi, Gojek resmi berinvestasi di Bank Jago per 18 Desember 2020 dengan menggenggam sebanyak 22% saham perusahaan.

Selain ARTO, saham Grup Lippo MLPL juga terkerek 9,05% ke Rp 530/saham. Saham MLPL melanjutkan penguatan sejak Jumat (21/5) pekan lalu, ketika melonjak 12,15%.

Dalam sepekan saham ini melesat 53,18%, sementara dalam sebulan 'terbang' 646,48%.

Adapun sepanjang pekan lalu, saham MLPL terus melesat di zona hijau, hanya dihentikan oleh suspensi oleh pihak bursa, pada Kamis (20/5). Informasi saja, pihak BEI menghentikan sementara perdagangan saham MLPL pada 20 Mei lantaran terjadinya peningkatan harga kumulatif pada saham tersebut.

Berbeda nasib, saham LUCY kembali anjlok dengan besaran 6,67% ke Rp 42/saham. Melorotnya saham LUCY hari ini tergolong lebih kecil dari hari-hari sebelumnya, yang bisa menyentuh auto rejection bawah (ARB) 10%.

Dengan ini, harga saham LUCY resmi berada di posisi terendah dari harga saat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) yang sebesar Rp 100/saham.

Informasi saja, saham LUCY berada di Papan Akselerasi sehingga diperbolehkan naik-turun hingga 10%. Adapun pada Papan Utama dan Papan Pengembangan, batas ARB saat ini sebesar 7%.

Saham-saham yang tercatat di papan ini, harga sahamnya bisa di bawah Rp 50/unit, yang tidak terjadi pada papan utama dan papan pengembangan.

Apabila terus melorot, saham LUCY mungkin bisa menyentuh level Rp 1/saham, sesuai dengan aturan BEI untuk Papan Akselerasi.

Sejak IPO, dalam sepekan, saham LUCY sudah anjlok 37,31% dan sejak IPO sudah ambles 58%. LUCY sendiri resmi melantai di bursa pada Rabu (5/5/2021).

Perusahaan pengelola klub malam di Kawasan SCBD Sudirman itu menjadi perusahaan tercatat ke-16 yang tercatat di BEI pada tahun 2021 dan emiten ke-729 di BEI.

Harga penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) LUCY yakni Rp 100, dengan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 1.030.000.000 saham, sehingga kapitalisasi pasarnya adalah Rp 104 miliar.

Selama dua hari pertama melantai di Bursa saham ini ditutup di zona hijau. Pada hari perdana penawaran saham Lucy ditutup di harga Rp 110/saham, sehari setelahnya naik sedikit dan ditutup di harga 112/saham.

Selanjutnya, secara berturut-turut hingga saat ini saham LUCY ditutup di Zona Merah, terakhir pada penutupan perdagangan Jumat lalu saham ini berada di harga Rp 50/saham.

Usai listing awal bulan ini, Direktur Utama LUCY, Surya Andarurachman Putra mengatakan perusahaan berencana melakukan ekspansi tujuh gerai baru di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Sebanyak tujuh gerai baru ini akan mengusung konsep seperti Lucy in The Sky-rooftop garden, Lucy by The Beach, dan Park by Lucy in The Sky.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading