Ada yang Ramal CPO Jebol ke RM 3.500, tapi Setelah September!

Market - Tirta, CNBC Indonesia
19 May 2021 12:53
Ilustrasi kelapa sawit. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penurunan harga minyak mentah dunia turut menjadi pemicu amblesnya harga komoditas minyak sawit mentah (CPO, crude palm oil) pada perdagangan hari ini, Rabu (19/5/2021), di Bursa Malaysia Derivatif Exchange.

Harga kontrak CPO pengiriman Agustus 2021 anjlok 2,85% hingga sesi istirahat siang hari ini. Kemarin harga CPO ditutup di RM 4.457/ton, tetapi sekarang harganya turun ke RM 4.330/ton.

Volatilitas tajam harga minyak sawit kemungkinan akan berlanjut. Harga minyak mentah yang ambles 1% di tengah kekhawatiran inflasi serta kembalinya suplai dari Iran turut membebani harga minyak nabati global tak terkecuali minyak sawit karena banyak digunakan sebagai salah satu bahan baku biodiesel. 


Kenaikan harga CPO juga terjadi ketika kasus infeksi Covid-19 di Negeri Jiran melonjak dan membuat negara tersebut harus kembali dikunci. 

Malaysia juga kembali menerapkan lockdown secara nasional mulai 12 Mei lalu hingga 7 Juni. Lockdown ini merupakan ketiga kalinya, setelah Maret 2020 dan Januari 2021. Malaysia kini berada di tengah gelombang ketiga kebangkitan corona.

Penguncian kembali aktivitas perekonomian tidak hanya berdampak pada penurunan permintaan saja tetapi juga pasokan, terutama bagi negara produsen seperti Malaysia. Sektor perkebunan kelapa sawit Negeri Jiran mengandalkan tenaga kerja asing.

Adanya lockdown akan berakibat pada sulitnya memobilisasi tenaga kerja yang berasal dari luar negeri. Hal ini akan menyebabkan kurangnya tenaga kerja yang berpengaruh pada penurunan produksi.

Namun harga yang sudah terlalu tinggi hingga mencapai posisi tertinggi dalam 13 tahun terakhir juga harus diwaspadai. Analis mulai melihat adanya peluang penurunan harga yang tajam. 

Melansir Reuters, PIVB mengatakan harga CPO berpotensi turun di bawah level RM 3.500/ton setelah September yang bertepatan dengan periode musiman peningkatan produksi kelapa sawit baik di Malaysia maupun Indonesia. 

Peningkatan produksi bakal membuat stok menjadi lebih tinggi sehingga harga bisa terkoreksi dari level tertingginya sekarang ini. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terdongkrak Harga Minyak, Harga CPO Ikut Melesat 1,5%


(twg/twg)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading