Sentimen Membaik, Bursa Eropa Menguat di Pembukaan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
18 May 2021 14:54
The German share price index, DAX board, is seen at the stock exchange in Frankfurt, Germany, March 5, 2018. REUTERS/Staff/Remote

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa pulih di zona hijau pada pembukaan perdagangan Selasa (18/5/2021), di tengah aksi pembelian saham-saham yang dinilai kian murah usai koreksi di perdagangan kemarin.

Indeks Stoxx 600 yang berisi 600 saham unggulan Eropa menguat 0,7% pada pembukaan, dengan indeks saham sektor komoditas dasar menguat 1,6% memimpin reli indeks saham sektoral lainnya kecuali sektor telekomunikasi yang masih melemah.

Selang 30 menit kemudian, indeks Stoxx 600 tumbuh 3,2 poin (+0,71%) ke 445,45. Indeks DAX Jerman naik 85,3 poin (+0,55%) ke 15.481,91 dan FTSE menguat 55,6 poin (+0,79%) menjadi 7.088,46. Indeks CAC Prancis bertambah 36,4 poin (+0,57%) ke 6.403,76.


Pada Senin pelaku pasar global cenderung khawatir melihat kenaikan inflasi dan pertumbuhan kasus corona yang terutama dipicu oleh masuknya varian virus Covid-19 baru dari India, yang lebih mudah menular.

Fokus perhatian di Eropa pada hari ini adalah estimasi produk domestik bruto (PDB) kuartal I-2021 di kawasan tersebut, demikian juga dengan rilis angka tenaga kerja per Maret, terutama yang berasal dari Inggris.

Kontrak berjangka (futures) indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) juga cenderung menguat, di mana Dow futures melesat 156 poin, diikuti kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq 100. Penguatan itu terjadi setelah tekanan koreksi saham teknologi cenderung mereda.

Pada Senin Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengingatkan bahwa pandemi global belum akan berakhir meski tingkat vaksinasi di beberapa negara masih tinggi.

Di Asia, beberapa negara juga menunjukkan penambahan kasus seperti yang terjadi di Singapura dan Taiwan, sehingga otoritas setempat mengetatkan pembatasan aktivitas masyarakat untuk menekan penyebaran virus tersebut.

Bursa saham di Asia Pasifik cenderung menguat di tengah rilis data PDB Jepang yang menunjukkan bahwa perekonomian Negeri Matahari Terbit masih tertekan sebesar 5,1% pada tiga bulan pertama 2021.

Emiten kakap di Benua Biru yang akan merilis kinerja keuangannya adalah Imperial Brands dan Vodafone.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading