PHK Ratusan Karyawan, Pizza Hut Mau Bagi-bagi Saham

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
18 May 2021 14:30
foto : Reuters/Larry Downing Foto: Reuters/Larry Downing

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang waralaba Pizza Hut Indonesia, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) berencana melaksanakan penambahan modal dalam bentuk konversi program kepemilikan saham manajemen dan karyawan (MESOP).

Sekretaris Perusahaan, Kurniadi Sulistyomo mengatakan, pelaksanakan MESOP tersebut telah mendapat restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 9 Maret 2018. MESOP berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak persetujuan Rapat tersebut.

Pada tahap pertama, jumlah saham MESOP sebesar 9,06 juta saham atau setara 30% pada periode 20 Juli 2019, 23 Mei 2020 dan 23 Mei 2021.


Tahap kedua, jumlah saham MESOP sebesar 9,06 juta saham atau setara 30% yang periode pelaksanaannya akan diselenggarakan pada 23 Mei 2020, 23 Mei 2021 dan 23 Mei 2022.

Tahap ketiga, jumlah saham MESOP sebesar 40% arau setara 12,08 juta saham yang pelaksanaanya pada 23 Mei 2021, 23 Mei 2022 dan 23 Mei 2023.

"Harga pelaksanaan konversi program MESOP adalah sebesar Rp 1.112 per saham," kata Kurniadi, dalam pengumumannya di laman keterbukaan informasi, Selasa (18/5/2021).

Saham hasil pelaksanaan yang dikeluarkan perseroan sebagai bagian dari konversi Program MESOP akan diperlakukan sebagai saham yang telah disetor penuh dan merupakan bagian dari struktur modal saham Perseroan, serta memberikan hak-hak yang sama dengan para pemegang saham lainnya sebagaimana diatur berdasarkan Anggaran Dasar dari Perseroan.

Selanjutnya, pencatatan atas saham hasil konversi dari Program MESOP ke dalam Daftar Pemegang Saham akan dilakukan pada tanggal pelaksanaan. Ketiga, Saham hasil konversi dari Program MESOP dapat dijual dan/atau dialihkan.

Pizza Hut di Indonesia pada 2020 mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 93,51 miliar di tahun lalu, padahal pada 2019 sempat mencetak laba bersih sebesar Rp 200,02 miliar. Tanda-tanda kerugian PT Sarimelati Kencana Tbk yang mengelola gerai Pizza Hut di Indonesia ini terjadi saat pandemi menghantam awal 2020.

Sepanjang 2020, penjualan neto perseroan sebesar Rp3,46 triliun di tahun lalu, atau merosot 13,25% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 3,99 triliun.

Sampai dengan pada 31 Desember 2020 perusahaan memiliki masing-masing sejumlah 5.787, sementara pada 2019 tercata ada 6.560 karyawan tetap (tidak diaudit). Artinya ada pengurangan pekerja sekitar 773 pekerja tetap dalam periode setahun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kisah Sedih Ritel! Rugi Pizza Hut Rp 94 M, KFC Tekor Rp 298 M


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading