Tren Naik! Begini Proyeksi BUMI Terhadap Harga Batu Bara 2021

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
18 May 2021 14:35
Ilustrasi PT Bumi resources

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah konsisten berada di level US$100/ton, harga batu bara pada penutupan pasar kemarin. Harga batu hitam ini akhirnya kembali turun ke US$ 98,20/ton. Pada pekan lalu harga batu bara sempat tembus US$ 104,65/ton. Meski kini terkoreksi, tembusnya harga batu bara ke atas US$ 100/ton merupakan hal yang bagus, karena adanya peluang terbentuknya pola baru.

Kenaikan harga batu bara ini pun ditanggapi positif oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan terlihat dari penguatan dengan melonjak 3,33% ke Rp 62/saham dengan nilai transaksi Rp 2 miliar. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Dileep Srivastava mengatakan harga batu bara diperkirakan bertahan di posisi tinggi sepanjang 2021, bahkan beberapa tahun ke depan.

"Harga batubara naik sepanjang tahun ini, tampaknya akan terjadi selama sisa tahun ini dan mungkin setelahnya. Tren harga selama 2 tahun ke depan kemungkinan juga menunjukkan level yang lebih tinggi," kata Dileep, Selasa (18/05/2021).


Dia mengharapkan bisnis batu bara akan pulih seiring naiknya harga batu bara, terutama dengan masifnya vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Dileep memproyeksikan harga jual rata-rata 15 -20% lebih tinggi di pada 2021, dibandingkan 2020.

"Saat ini hingga di kuartal I-2021, kami berada di jalur yang tepat," kata dia.

Pada 2020 harga batu bara perusahaan terkoreksi 14% karena menurunnya permintaan di tengah lesunya perekonomian. Penurunan harga batu bara di 2020 sebesar 14% menjadi US$ 44,2 per ton, dari US$ 51,7 per ton di 2019.

Selain itu, lesunya aktivitas ekonomi sepanjang tahun lalu juga berimbas pada turunnya permintaan batu bara. Dileep menilai tahun lalu sektor batu baru dalam situasi memprihatinkan, namun perusahaan masih membukukan pendapatan operasional sebesar US$ 230,3 juta.


Dia menambahkan tidak dapat dipungkiri, dampak pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kinerja perusahaan. Namun di akhir 2020 ada sinyal pemulihan di sektor batubara dan terus berlanjut di kuartal I- 2021.

"Dengan kondisi yang semakin membaik ini, dan tren kenaikan harga batubara, perusahaan optimis dapat menghasilkan kinerja dan prestasi yang lebih baik dalam jangka menengah," jelas Dileep.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wow! BUMI Bayar Royalti Hampir Rp 9 T ke Negara


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading