Gainers-Losers

Duo Saham Grup Lippo Ngegas! Giliran PGAS-PNBS Ambles

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
17 May 2021 12:40
Tahun 2020 penuh tantangan bagi PGN, karena ketidakpastian kondisi global dan nasional akibat pandemi COVID 19 yang sangat berdampak pada kinerja PGN.

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak duo saham emiten Grup Lippo, PT Multipolar Tbk (MLPL) dan sang anak usaha, pengelola gerai Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berhasil menjadi top gainers pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (17/5/2021).

Melonjaknya kedua saham ini terjadi pascakabar PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek membeli 4,76% saham MPPA terkonfirmasi.

Di kutub yang berbeda, saham emiten gas pelat merah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN dan saham bank syariah Grup Panin PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) malah terjungkal sebagai 'pecundang'.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles dalam pada siang ini. IHSG anjlok 1,26% meninggalkan level psikologis 5.900 ke posisi 5.863,277 pada penutupan sesi I perdagangan, Senin (17/5).

Menurut data BEI, ada 124 saham naik, 368 saham merosot dan 132 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,98 triliun dan volume perdagangan mencapai 10,03 miliar saham.

Investor asing pasar saham ramai-ramai 'cabut' dari bursa Tanah Air dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 145,05 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 43,35 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (17/5).

Top Gainers

  1. Multipolar (MLPL), saham +23,01%, ke Rp 278, transaksi Rp 152,7 M

  2. Saranacentral Bajatama (BAJA), +12,21%, ke Rp 386, transaksi Rp 26,4 M

  3. Darmi Bersaudara (KAYU), +8,33%, ke Rp 78, transaksi Rp 3,5 M

  4. Matahari Putra Prima (MPPA), +6,43%, ke Rp 910, transaksi Rp 120,0 M

  5. Surya Permata Andalan (NATO), +5,98%, ke Rp 620, transaksi Rp 144,9 M

Top Losers

  1. Perusahaan Gas Negara (PGAS), saham -7,00%, ke Rp 1.130, transaksi Rp 264,0 M

  2. Kapuas Prima Coal (ZINC), -6,88%, ke Rp 176, transaksi Rp 29,9 M

  3. Bank Panin Dubai Syariah (PNBS), -6,34%, ke Rp 133, transaksi Rp 20,1 M

  4. Sarana Meditama Metropolitan (SAME), -6,31%, ke Rp 520, transaksi Rp 30,1 M

  5. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM), -6,13%, ke Rp 765, transaksi Rp 37,3 M

Mengacu pada data di atas, duo saham Lippo, MLPL dan MPPA berhasil bertengger sebagai top gainers siang ini.

Saham MLPL melonjak 23,01% ke Rp 278/saham dengan nilai transaksi RP 152,7 miliar. Sejurus dengan itu, asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 6,96 miliar.

Dengan ini, saham MLPL sudah melesat 24,11% dalam sepekan, sementara dala sebulan sudah melaju kencang 68,48%.

Sama dengan sang induk usaha, saham MPPA juga terangkat 6,43% ke Rp 910/saham. Nilai transaksi saham pengelola gerai Foodmart ini sebesar Rp 120 miliar. Asing juga tercatat membukukan net buy sebesar Rp 2,44 miliar di saham MPPA.

Adapun dalam sepekan saham MPPA sudah melejit 14,47% dan melonjak 36,84% dalam sebulan belakangan.

Sebelumnya, Multipolar sebagai induk usaha melepas saham sebanyak 11,9% ke tiga entitas perusahaan. Dari 11,9% saham MPPA yang dilepas itu, masing-masing dibeli Panbridge Invesment Ltd sebesar 3,33%, Threadmore Capital Ltd sebesar 3,81%, dan PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 4,76%.

Pemegang saham pengendali MPPA adalah Multipolar yang merupakan emiten milik Grup Lippo. Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/5/2021), manajemen MLPL menjelaskan PT Pradipa Darpa Bangsa adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis.

Sebanyak 99,996% saham Pradipa itu dipegang oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, pemilik Gojek, dan sebesar 0,004% dipegang oleh PT Dompet Karya Anak Bangsa alias GoPay.

Direktur Multipolar, Agus Arismunandar, membeberkan pertimbangan perseroan memilih ketiga perusahaan tersebut sebagai pembeli 11,9% saham MPPA.

"Latar belakang dan pertimbangan atas masuknya ketiga pemegang saham tersebut menjadi pemegang saham MPPA karena MPPA merupakan investasi strategis yang memiliki tingkat pengembalian yang baik di masa akan datang," kata Agus dikutip dari keterbukaan informasi BEI tersebut.

MLPL menjelaskan, pelepasan 11,9% saham MPPA tidak berdampak terhadap kegiatan operasional dan kinerja keuangan perseroan.

Berbeda nasib, saham PGAS malah meluncur ke zona merah dan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 7,00% ke Rp 1.130/saham. Melemahnya saham PGAS terjadi seiring investor asing ramai-ramai melego saham ini dengan melakukan aksi jual bersih (net sell).

Transaksi saham PGAS tercatat sebesar Rp 264,0 miliar. Sementara itu, asing melakukan net sell dalam jumlah jumbo, yakni sebesar Rp 142,72 miliar siang ini.

Dalam sepekan, asing juga tercatat melakukan obral saham PGAS sebesar Rp 156,72 miliar dan sebesar Rp 122,74 miliar dalam 30 hari terakhir.

Dengan ini, saham PGAS melanjutkan pelemahan pada perdagangan terakhir sebelum libur lebaran, atau 11 Mei lalu, ketika ditutup melemah 2,02% ke Rp 1.215/saham.

Tidak hanya PGAS, saham PNBS juga anjlok 6,34% ke RP 133/saham. Dengan ini saham PNBS sudah memerah selama 6 hari perdagangan beruntun, atau sejak 5 Mei lalu. Alhasil, dalam sepekan saham ini sudah ambles 13,07%, sementara dalam sebulan masih tumbuh 16,67%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading