Saham PGAS Diobral Asing & Rontok Lebih 6%, Ada Apa?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
17 May 2021 09:58
Tahun 2020 penuh tantangan bagi PGN, karena ketidakpastian kondisi global dan nasional akibat pandemi COVID 19 yang sangat berdampak pada kinerja PGN.

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten gas BUMN PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN langsung anjlok ke zona merah pada perdagangan pagi ini, Senin (17/5/2021). Melemahnya saham PGAS terjadi seiring investor asing ramai-ramai melego saham ini dengan melakukan aksi jual bersih (net sell).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.43 WIB, saham PGAS tercatat ambles 6,17% ke Rp 1.145/saham. Nilai transaksi saham ini sebesar Rp 167,01 miliar. Adapun asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 98,32 miliar, membuat saham pelat merah ini terjerumus ke zona pelemahan pagi ini.

Selain hari ini, asing juga sudah mencatatkan net sell sebesar Rp 112,52 miliar dalam sepekan terakhir dan sebesar Rp 78,63 miliar dalam sebulan. Secara year to date (ytd) pun, asing juga meninggalkan saham PGAS dengan catatan net sell Rp 343,03 miliar.


Dengan ini, saham PGAS melanjutkan pelemahan pada perdagangan terakhir sebelum libur lebaran, atau 11 Mei lalu, ketika ditutup melemah 2,02% ke Rp 1.215/saham.

Saham PGAS sudah melorot 8,80% dalam seminggu, sementara dalam sebulan tergerus 5,79%. Tidak hanya itu, sejak awal tahun saham emiten yang melantai di bursa sejak 2003 silam ini ambrol 31,12%.

Sebenarnya, kinerja keuangan PGN terbilang positif. PGN membukukan kinerja positif di 3 bulan pertama tahun ini (kuartal I-2021) dibandingkan dengan kuartal I-2020 di tengah pandemi.

PGN mencatat laba bersih di kuartal I-2021 sebesar US$ 61,57 juta atau setara dengan Rp 870 miliar (kurs Rp 14.147/US$), naik 29% dari periode yang sama tahun lalu US$ 47,77 juta.

Laba diraih setelah PGN berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 733,15 juta atau setara dengan Rp 10,37 triliun.

Direktur Keuangan PGN Arie Nobelta Kaban mengatakan alasan di balik kenaikan laba bersih di 3 bulan pertama tahun ini. Laba bersih diperoleh seiring dengan pencapaian rata-rata penjualan gas bumi PGN Group hingga Maret 2021 yang sebesar 916 BBTUD ((Billion British Thernal Unit per Day), atau meningkat 7,86% di atas target kuartal I-2021.

Adapun posisi keuangan konsolidasian PGN per 31 Maret 2021, tetap menunjukkan posisi keuangan yang terjaga dengan total aset sebesar US$ 7,52 miliar, total liabilitas US$ 4,50 miliar, dan total ekuitas US$ 3,02 miliar serta rasio lancar atau perbandingan aset lancar dengan liabilitas jangka pendek sebesar 1,8 kali.

Arie menegaskan hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya masih baik.

"Di awal 2021 perusahaan masih menghadapi ketidakpastian kondisi global dan nasional akibat pandemi Covid-19. Namun kami tetap dapat menjaga kinerja melalui upaya-upaya strategis yang diambil," kata Arie dalam siaran resmi, Senin (03/05/2021).

Kabar terbaru, manajemen PGN optimistis pembangunan proyek strategis interkoneksi Pipa South Sumatera West Java (SSWJ)-West Java Area (WJA) bisa rampung tepat waktu, tepatnya triwulan IV 2021 ini.

Saat ini tengah dilakukan pembangunan Metering and Regulating Station (M/RS) dan pipa 24" sepanjang 1,4 km.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar mengatakan, dengan adanya interkoneksi pipa SSWJ-WJA, akan memperkuat jaringan pipa PGN untuk pengaliran gas Pupuk Kujang Cikampek dan Pertamina RU VI Balongan.

"Proyek ini berpotensi menyalurkan pasokan gas ke Pupuk Kujang Cikampek sebesar 25 BBTUD dan RU Balongan sampai dengan 10 BBTUD," ungkapnya dalam keterangan resminya, Selasa, (11/05/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan terintegrasinya Pipa SSWJ-WJA, nantinya gas bumi dari Lapangan Gas Sumbagtengsel yang dialirkan melalui Pipa SSJW I-Bojonegara-Cikande-Bitung akan terkoneksi dengan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pertagas yang tersambung dengan Pipa WJA.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Geber Jualan Gas, Laba PGN Melesat 29% Tembus Rp 870 M di Q1


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading