Cuan Jumbo dari Dogecoin, Petinggi Goldman Sachs Resign

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
13 May 2021 10:40
The Goldman Sachs logo is displayed on a post above the floor of the New York Stock Exchange, September 11, 2013. REUTERS/Lucas Jackson

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang manajer senior di Goldman Sachs di London mengundurkan diri dari jabatannya setelah untung besar dari investasinya di Dogecoin.

Meski tidak diketahui berapa besar keuntungan yang diperolehnya dari aset kripto ini, tapi diyakini dia berinvestasi di akun pribadinya, tidak ada hubungannya dalam perdagangan cryptocurrency untuk Goldman Sachs.

Dilansir dari The Guardian, menurut sumber, Aziz McMahon Direktur Pelaksana dan Head Sales Emerging Market Goldman Sachs, telah mengundurkan diri setelah menghasilkan uang dari berinvestasi dalam mata uang digital tersebut.


Fakta pengunduran diri dari jabatannya ini diketahui dari oleh situs web karir finansial. Dia telah bekerja untuk perusahaan tersebut selama 14 tahun terakhir, tapi sumber mengatakan mereka percaya itu jumlah yang besar dan bahwa dia telah meninggalkan Goldman Sachs.

Hingga saat ini McMahon masih tidak memberikan komentar mengenai hal tersebut.

Untuk diketahui, Dogecoin telah mengalami koreksi 30% sepekan terakhir. Namun kripto ini sudah lebih dari 1.000% sejak awal 2021.

Beberapa pembeli awal mata uang digital diyakini telah mengumpulkan kekayaan karena nilai Dogecoin melonjak, termasuk seorang pemilik anonim dengan saham yang diperkirakan bernilai lebih dari US$ 2 miliar.

Salah satu orang terkenal yang ikut mendorong kenaikan kripto ini adalah pendiri Tesla, Elon Musk. Lainnya seperti rapper Snoop Dogg dan bassis Kiss Gene Simmons.

Salah satu kenaikan yang diketahui adalah saat Musk tampil dalam acara TV AS yang terkenal, Saturday Night Live. Namun setelah itu nilainya turun menajdi US$ 50 dari sebelumnya US$ 72.

Untuk diketahui, Dogecoin dibuat pada 2013 oleh dua insinyur perangkat lunak dari IBM dan Adobe dengan tujuan untuk memparodikan bitcoin. Namun nilainya meroket di tengah gelombang investasi spekulatif dalam aset kripto, didorong oleh desas-desus online dan bertujuan untuk mengabadikan lelucon tersebut dengan menaikkan nilainya.

Beberapa investor percaya aset kripto dapat menawarkan perlindungan terhadap inflasi, khawatir nilai mata uang fiat, seperti pound, dolar dan euro, dapat terkikis karena pertumbuhan ekonomi global meningkat tahun ini karena pandemi Covid-19 surut.

Namun yang lain memperingatkan harga hanya ditopang oleh pembeli spekulatif.

Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, mengatakan pekan lalu bahwa investor berisiko kehilangan semua uang mereka.

"Mereka tidak memiliki nilai intrinsik. Bukan berarti orang tidak menghargai mereka, karena mereka bisa memiliki nilai ekstrinsik. Tapi mereka tidak punya nilai intrinsik," kata dia.

"Saya akan mengatakan ini dengan sangat blak-blakan lagi. Beli hanya jika Anda siap kehilangan semua uang Anda."


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading