Antisipasi Data Tenaga Kerja Bakal Oke, Dow Futures Menguat

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
07 May 2021 19:01
Trader James Dresch, center, and specialist Anthony Matesic, right, work on the floor of the New York Stock Exchange, Friday, Jan. 4, 2019. Stocks are jumping at the open on Wall Street Friday as investors welcome news of trade talks between the U.S. and China and a big gain in jobs in the U.S. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) naik pada perdagangan Jumat (7/5/2021), di tengah antisipasi rilis data ketenagakerjaan yang posisinya vital karena bakal menjadi penentu arah kebijakan moneter ke depan.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average naik 97 poin dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq kompak menguat, masing-masing sebesar 0,3% dan 0,2%.

Departemen Tenaga Kerja AS bakal merilis data tenaga kerja April di mana ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan adanya tambahan 1 juta slip gaji baru dengan angka pengangguran sebesar 5,8% atau membaik dari posisi sebelumnya sebesar 6%.


Data tersebut akan menjadi perhatian utama bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk menentukan perlu tidaknya melanjutkan kebijakan moneter longgar yang sekarang diberlakukan. Pelaku pasar kian khawatir dengan risiko inflasi yang bakal terjadi setelah itu.

Namun di sisi lain, pelaku pasar yakin bahwa pasar tenaga kerja yang kuat bisa menjadi sinyal awal bagi The Fed bahwa kondisi sudah membaik sehingga kebijakan moneter ekstra longgar kian berpeluang dihentikan.

Saham Royal Caribbean dan Norwegian Cruise Line kompak menguat 2% di sesi pra-pembukaan, mengindikasikan bahwa pelaku pasar mengantisipasi data yang akan dirilis bakal memicu reli saham siklikal-mereka yang kinerja keuangannya diuntungkan oleh pemulihan ekonomi.

Di Eropa, komisi Uni Eropa mendukung pembicaraan seputar perlindungan paten vaksin Covid-19, mengikuti usulan AS mengenai itu yang efektif memukul saham-saham farmasi.

Pada Kamis, Dow Jones Industrial Average melesat 318 poin, atau 0,9%, atau mendekati titik tertingginya dan rekor terbarunya sebesar 34.548,53. Indeks S&P 500 menguat 0,8% menjadi 4.201,62 dan Nasdaq tumbuh 0,4% menjadi 13.632,84.

Reli pada Kamis itu terjadi setelah klaim pengangguran pekan lalu dilaporkan membaik yakni hanya menimpa 498.000 orang, menjadi level yang terendah sejak era pandemi dan bahkan sejak Dow Jones melakukan polling seputar itu. Nilai terendah sebelumnya berada di level 527.000.

Sepanjang pekan, mayoritas indeks bursa bergerak variatif di mana indeks Dow Jones naik 2%, S&P 500 menguat 0,49% sedangkan Nasdaq melesat lebih dari 2,3%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sambut Vaksin, Dow Jones Terindikasi Naik 200 Poin di Opening


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading