Jelang Akhir Pekan Bursa Asia Ditutup Tak Kompak

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
07 May 2021 16:52
People walk past an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, July 10, 2019. Asian shares were mostly higher Wednesday in cautious trading ahead of closely watched congressional testimony by the U.S. Federal Reserve chairman. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia ditutup beragam pada perdagangan Jumat (7/5/2021) akhir pekan ini, di tengah rilis beberapa data ekonomi China yang menghasilkan angka positif.

Tercatat indeks Nikkei Jepang berakhir naik tipis 0,09% ke level 29.357,80, STI Singapura melesat 0,86% ke 3.200,26, dan KOSPI Korea Selatan menguat 0,58% ke 3.197,20.

Sementara untuk indeks Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,09% ke posisi 38.610,69, Shanghai Composite China ditutup melemah 0,65% ke 3.418,87, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 0,7% ke 5.928,31.


Indeks sektor teknologi di Hang Seng turun sebesar 2,2% pada hari ini dan turun 4,3% sepanjang pekan ini, di tengah ketegangan antara Beijing dan negara barat.

Dari data ekonomi, beberapa data ekonomi China yang dirilis pada hari ini tercatat tumbuh positif. Pertama, data indeks manajer pembelian (Purchasing Manager' Index/PMI) Jasa versi Caixin/Markit periode April 2021.

Berdasarkan data dari Trading Economics, PMI Jasa China pada April 2021 tercatat kembali berekspansi ke angka 56,3, dari sebelumnya pada Maret 2021 di angka 54,3.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawahnya berarti kontraksi, dan di atas 50 berarti ekspansi.

Selain data PMI Jasa, China juga merilis data neraca perdagangan untuk periode April 2021. Tercatat ekspor China kembali tumbuh 1,7 poin menjadi 32,3%, dari sebelumnya pada Maret 2021 sebesar 30,6%.

Sedangkan impor China juga meningkat 5 poin menjadi 43,1%, dari sebelumnya pada Maret 2021 sebesar 38,1%.

Pertumbuhan ekspor China secara tak terduga meningkat karena pemulihan yang cepat di Amerika Serikat (AS) dan produksi pabrik yang terhenti di negara lain yang terkena virus korona menopang permintaan barang-barang yang diproduksi di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Di lain sisi, ketegangan antara China dan negara-negara barat telah menjadi titik perhatian lain bagi investor, terutama investor di China dan Hong Kong.

Sementara itu di AS, Departemen Tenaga Kerja AS bakal merilis data tenaga kerja pada April 20201, di mana ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan adanya tambahan 1 juta slip gaji baru dengan angka pengangguran sebesar 5,8% atau membaik dari posisi sebelumnya sebesar 6%.

Data tersebut akan menjadi perhatian utama bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk menentukan perlu tidaknya melanjutkan kebijakan moneter longgar seperti sekarang ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading