Ikut Titah Jokowi, Bank Syariah Ini Beri DP 0% KPR Milenial

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 May 2021 17:25
Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.
Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.
Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.
Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mendukung ekspansi bisnis perusahaan dengan menyasar kredit pemilihan rumah (KPR) bagi kalangan milenial. Bahkan BSI menyediakan fasilitas DP (down payment, uang muka) 0% untuk kalangan milenial yang juga dilengkapi dengan tenor hingga 30 tahun.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan segmen milenial merupakan ekosistem yang sangat potensial bagi perbankan syariah, sehingga produk dan layanan yang diberikan harusnya mampu menyesuaikan dengan kebutuhan milenial dan perkembangan jaman yang serba mobile dan terus berubah.

"BSI Griya Simuda [produk baru perusahaan] merupakan salah satu wujud penyesuaian produk untuk kaum milenial, di mana mereka membutuhkan dukungan dari lembaga keuangan dalam mewujudkan muda punya rumah hobi ga ngalah," kata Hery dalam siaran persnya, Jumat (7/5/2021).


Pembiayaan ini akan menyasar kalangan milenial dengan plafon pembiayaan hingga 120 % lebih tinggi, angsuran pembiayaan yang fleksibel, jangka waktu hingga 30 tahun, dan DP mulai 0%. Ditargetkan di tahap awal target penyaluran produk baru ini sebesar Rp 500 miliar.

Untuk diketahui, hingga kuartal I-2021 lalu perusahaan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 159 triliun, naik 14,74% dari periode sama 2020 sebesar Rp 138,6 triliun.

Komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp 71,6 triliun atau 45,0% dari total pembiayaan, segmen korporasi Rp 37,3 triliun atau 23,5%, segmen kecil dan menengah Rp 20,8 triliun atau 13,1%, mikro Rp15 triliun atau 9,4% dan komersial Rp 9,6 triliun atau 6,1%.

Dari segi kualitas pembiayaan, non performing finance (NPF) tercatat sebesar 3,09%, turun dari posisi yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,09%.

Untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian, BSI juga telah mencadangkan cash coverage sebesar 137,48% sampai triwulan 1 2021.

Bank syariah ini mencatatkan laba bersih senilai Rp 742 miliar. Nilai ini naik 12,85% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan dengan akhir kuartal I-2020 lalu ayg seebsar Rp 657 miliar.

Hery Gunardi mengatakan kenaikan Laba ini didorong oleh ekspansi pembiayaan dan kenaikan dana murah yang optimal sehingga cost of fund atau biaya dana bagian dari keuntungan bank menjadi lebih besar.

"Dengan pertumbuhan laba yang tinggi, BSI dapat meningkatkan rasio profitabilitas ditandai dengan meningkatnya RoE (Return on Equity) dari 11,19% per Desember 2020 menjadi 14,12% per Maret 2021," kata Hery dalam kesempatan lain ketika paparan kinerjanya kuartal I-2021, Kamis (6/5/2021).

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga periode tersebut mencapai Rp 205,5 triliun, naik 14,3% dibandingkan periode sama 2020 sebesar Rp 179,8 triliun. Dana ini didominasi oleh peningkatan Dana Murah (Giro dan Tabungan) sebesar 14,73% sehingga meningkatkan rasio CASA (current account saving account) dari 57,54% pada triwulan 1 2020 menjadi 57,76% di triwulan 1 2021.

Sedangkan dari sisi aset sebesar Rp 234,4 triliun naik 12,65% secara YoY dibanding periode sama 2020 sebesar Rp 208,1 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading