Waduh Mau Lebaran, Tiba-tiba Saham Duo Indofood Anjlok!

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
07 May 2021 13:56
A worker holds instant noodle packs at a market in Jakarta, Indonesia, March 12, 2018. Picture taken March 12, 2018. REUTERS/Beawiharta

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham duo emiten konsumer Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) masing-masing kompak turun pada sesi I perdagangan hari ini, Jumat (7/5).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan sesi I perdagangan hari ini saham INDF tercatat turun 0,38% ke Rp 6.525/saham siang ini. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 6,7 miliar.

Pelemahan ini dibayangi oleh aksi jual bersih oleh asing sebesar Rp 19,57 miliar. Selama sepekan saham milik Grup Salim ini juga dilego oleh asing dengan nilai total jual bersih mencapai Rp 85,74 miliar.


Dalam sepekan terakhir saham INDF melemah 0,76% dan turun 4,38% sejak awal tahun 2021.

Belum ada isu signifikan terkait dengan INDF dan ICBP meskipun saham-saham konsumer sebetulnya terkerek tren momen Lebaran 2021 yang akan dirayakan pekan depan.

Dari sisi kinerja, sepanjang tahun 2020, pendapatan INDF meningkat menjadi Rp 81,73 triliun dari tahun sebelumnya Rp 76,59 triliun, selain itu laba bersih INDF juga meningkat menjadi Rp 6,45 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 4,90 triliun.

Di sisi lain, saham anak usahanya yakni ICBP juga turun tipis 0,29% pada perdagangan pagi tadi, kendati cenderung stagnan di level Rp 8.475/saham dengan nilai transaksi total sejumlah Rp 8,32 miliar.

Pada perdagangan hari ini saham ICBP dilego asing sebesar Rp 1,23 miliar dan dalam sebulan dilego sebesar Rp 29 miliar.

Dalam sepekan terakhir saham ICBP telah turun 2,59%, saham produsen Indomie ini juga mengalami pelemahan 10,79% dalam 3 bulan terakhir dan turun hingga 11,49% sejak awal tahun 2021.

Pendapatan ICBP meningkat menjadi Rp 46,64 triliun dari tahun sebelumnya Rp 42,29 triliun, selain itu laba bersih ICBP juga meningkat menjadi Rp 6,58 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 5,03 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putri Saudi Doyan Indomie, Sinyal Positif Saham ICBP-INDF?


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading