Obligasi RI 'Seksi' Lagi, Cadangan Devisa Rekor Tertinggi!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
07 May 2021 12:31
U.S. dollar and Euro banknotes are seen in this picture illustration taken May 3, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Cadangan devisa Indonesia kembali meningkat di April lalu setelah tergerus sebulan sebelumnya. Kenaikan tersebut bahkan membuat cadangan devisa kembali ke rekor tertinggi sepanjang masa.

Bank Indonesia (BI) hari ini melaporkan cadangan devisa naik US$ 1,7 miliar di bulan April menjadi US$ 138,8 miliar. Ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah, menyamai rekor sebelumnya yang dicatat pada bulan Februari.

"Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2021 tercatat sebesar US$ 138,8 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret 2021 sebesar US$ 137,1 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10 bulan impor atau 9,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," sebut keterangan tertulis BI.


Pada bulan Maret lalu, cadangan devisa Indonesia tergerus akibat pembayaran utang serta kebutuhan intervensi rupiah yang mengalami tekanan.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pembiayaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, utang pemerintah yang jatuh tempo di tahun ini sebesar Rp 268 trilliun. Dari total tersebut sebanyak Rp 211 triliun merupakan utang di Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp 67 triliun merupakan pinjaman luar negeri.

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan sekitar 2%, dan menyentuh level terlemah dalam 5 bulan terakhir.

Guna menstabilkan nilai tukar rupiah, BI melakukan triple intervention, yakni intervensi di Domestic Non-Delivery Forward (DNDF), di pasar spot, dan di pasar SBN.

Hal sebaliknya terjadi di bulan April, nilai tukar rupiah mampu berbalik menguat 0,55%, tentunya kebutuhan intervensi menjadi lebih minim. Selain itu menurut BI penarikan pinjaman luar negeri serta penerimaan pajak menjadi penopang utama peningkatan cadangan devisa.

"Peningkatan posisi cadangan devisa pada April 2021 terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi," tulis keterangan BI.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Harga Komoditas Menanjak, Pasar Obligasi RI Kembali Menarik

Harga Komoditas Menanjak, Pasar Obligasi RI Kembali Menarik
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading