Sesi I Seperti Perosotan, IHSG Dibanting & Ambles 0,41%

Market - Tirta, CNBC Indonesia
07 May 2021 12:15
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan hari ini layaknya perosotan. Awalnya hijau, indeks tertekan dan jatuh ke zona merah. 

Pada pembukaan IHSG melompat 0,28% dan mendekati level psikologis 6.000. Namun setelah itu IHSG terus tertekan dan akhirnya turun 24,3 poin atau melemah 0,41% ke 5.945,93 pada akhir perdagangan sesi I. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 39,61 miliar di pasar reguler.

Saham yang paling banyak diobral asing adalah saham bank pelat merah dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar kedua di bursa domestik. Apalagi kalau bukan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Asing lepas BBRI senilai Rp 42,3 miliar dan harganya turun hampir 0,5%. 


Sementara itu saham yang paling banyak diborong asing adalah saham BUMN tambang emas dan nikel yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Setelah diborong sebesar Rp 35,5 miliar, nilai kapitalisasi pasar ANTM naik 0,38%. 

Nilai transaksi hingga istirahat siang tercatat hanya Rp 4,56 triliun. Lebih rendah dari perdagangan kemarin untuk sesi pertama yang mencapai Rp 5 triliun. 

Sebenarnya sentimen pasar hari ini cukup positif. Pertama tentunya ditopang oleh penguatan bursa saham Paman Sam yang menjadi kiblat pasar modal global. Dow Jones Industrial Avegare (DJIA) naik 0,93%, S&P 500 terangkat 0,82%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,37%. DJIA menyentuh rekor tertnggi sepanjang sejarah.

Data ketenagakerjaan terbaru mendukung penguatan Wall Street. Pada pekan yang berakhir 1 Mei 2021, jumlah klaim tunjangan pengangguran turun 92.000 dari sepekan sebelumnya menjadi 498.000. Jumlah klaim tersebut adalah yang terendah sejak pertengahan Maret tahun lalu.

Meski pasar tenaga kerja terus membaik, tetapi masih jauh dari kata ideal. Sebab, klaim tunjangan pengangguran yang tergolong sehat ada di kisaran 200.000-250.000.

Oleh karena itu, pasar masih yakin bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) akan tetap mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar selama belum tercipta maximum employment. Suku bunga acuan akan tetap rendah, mendekati 0%.

Data ekonomi China juga bagus ditopang dengan kenaikan ekspor lebih dari 32% di bulan April dan ekspansi sektor jasa yang tercermin dari angka PMI Jasa Caixin/Markit yang menyentuh 56, tertinggi sejak Desember tahun lalu.

Namun sayang IHSG tak mampu terangkat dengan adanya katalis positif eksternal tersebut. 


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading