Gainers-Losers

Masih Ingat Saham LUCK? Harganya Nyungsep Bareng MPPA

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
06 May 2021 12:44
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten distribusi perangkat dan jasa dokumentasi PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) terjatuh hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB) dan menjadi top losers pada sesi I perdagangan hari ini, Kamis (6/5/2021). Amblesnya saham LUCK siang ini terjadi seiring aksi profit taking (ambil untung) oleh investor.

Setali tiga uang, saham emiten pengelola gerai Hypermart PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) juga harus rela menjadi 'pecundang' kali ini.

Setelah sempat melaju di zona hijau di awal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles siang ini. IHSG turun 0,21% ke posisi 5.963,472 pada penutupan sesi I perdagangan, Kamis (6/5).


Menurut data BEI, ada 199 saham naik, 248 saham merosot dan 170 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,91 triliun dan volume perdagangan mencapai 9,32 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 74,40 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 3,14 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (6/5).

Top Gainers

  1. Budi Starch & Sweetener (BUDI), saham +26,53%, ke Rp 186, transaksi Rp 30,9 M

  2. Kioson Komersial Indonesia (KIOS), +14,38%, ke Rp 875, transaksi Rp 28,7 M

  3. Saraswanti Anugerah Makmur (SAMF), +13,68%, ke Rp 665, transaksi Rp 31,0 M

  4. Island Concepts Indonesia (ICON), +8,18%, ke Rp 119, transaksi Rp 7,5 M

  5. DMS Propertindo (KOTA), +6,21%, ke Rp 308, transaksi Rp 83,5 M

Top Losers

  1. Sentral Mitra Informatika (LUCK), saham -6,59%, ke Rp 170, transaksi Rp 19,6 M

  2. Yelooo Integra Datanet (YELO), -6,15%, ke Rp 122, transaksi Rp 10,4 M

  3. Matahari Putra Prima (MPPA), -5,66%, ke Rp 750, transaksi Rp 23,1 M

  4. Bumi Resources Minerals (BRMS), -4,59%, ke Rp 104, transaksi Rp 59,0 M

  5. Bank MNC Internasional (BABP), -3,09%, ke Rp 94, transaksi Rp 19,5 M

Posisi pertama top gainers kali ini diduduki oleh saham emiten produsen tepung tapioka dan pemanis, BUDI, yang melonjak 26,53% ke Rp 186/saham. Saham BUDI berhasil rebound dari pelemahan hingga auto rejection bawah (ARB) selama dua hari beruntun.

Sebelum ARB tersebut, saham BUDI sudah menguat selama tiga hari beruntun, dengan satu di antaranya hampir menyentuh auto rejection atas (ARA). Pada Kamis (29/4), saham emiten yang sudah melantai di bursa sejak 1995 ini ditutup naik 2,86%, kemudian Jumat (30/4) melonjak 15,74%.

Selain itu, pada Senin (3/5/2021), saham ini melejit 34,40% ke posisi Rp 168/saham.

Alhasil, dalam sepekan saham BUDI sudah melompat 72,22%, sedangkan sebulan melesat 67,57%.

Berbeda nasib, saham emiten distribusi perangkat dan jasa dokumentasi LUCK malah ambles sampai ARB di 6,59% ke Rp 170/saham.

Para investor tampaknya melakukan profit taking di saham ini setelah kemarin saham LUCK melesat sampai ARA 34,81 di Rp 182/saham.

LUCK bersama sejumlah emiten lainnya sempat ikut terseret kasus dugaan penipuan berkedok investasi oleh PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska) pada tahun lalu.

Kuasa hukum klien Jouska Rinto Wardana menyebut, dalam laporan terakhirnya yang dilakukan pada 21 Desember 2020 lalu nilai kerugian investasi nasabah Jouska yang dikawalnya mencapai Rp 18 miliar.

Berdasarkan temuan tim penasihat hukum, ternyata Jouska ini dan afiliasinya dalam grupnya itu tidak memiliki izin sebagai manajer investasi. Saham LUCK ikut menjadi salah satu saham yang menjadi koleksi dari Jouska.

Tidak hanya LUCK, saham emiten Grup Lippo MPPA juga ambles 5,66% ke RP 750/saham

Dengan ini, saham MPPA sudah anjlok selama 4 hari beruntun.

Amblesnya saham MPPA ini terjadi setelah suspensi saham kembali dibuka oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (3/5/2021) lalu.

Sebelumnya, saham MPPA 'digembok' bursa mulai dari 23-30 April 2021 lantaran saham ini mengalami penguatan yang signifikan.

Alhasil, dalam sepekan MPPA sudah terkoreksi 12,79%, sementara dalam sebulan saham ini masih melaju kencang sebesar 59,57%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Emiten Tech Jadi Jawara Gaes, Sentul-Lippo Ambruk!


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading