InvesTime

Erick Bawa 10-15 BUMN IPO, Mana yang Paling Ditunggu Market?

Market - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
06 May 2021 07:20
pertemuan dengan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membahas rencana pengembangan moda transportasi di Kota Bogor./Instagram : @bimaaryasugiarto

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa ada 14 BUMN dan anak usahanya yang akan melantai di bursa. Ke-14 calon emiten ini pun tersebar di beberapa sektor, mulai dari jasa kesehatan hingga energi.

Pelaku pasar pun menilai rencana Erick ini akan menjadi sebuah sentimen positif baru bagi pasar saham Indonesia, yang diharapkan meningkatkan volume perdagangan di pasar modal Tanah Air. Selain itu hal ini juga dapat membantu kinerja perusahaan pelat merah dalam mendapatkan sumber pendanaan alternatif.

Menurut SVP Research Kanaka Hita Solvera, Janson Nasrial, akan ada beberapa sektor yang cukup dinantikan oleh para investor terkait dengan masuknya BUMN dan anak usahanya untuk tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).


Pertama, yaitu sektor jasa kesehatan. Ia melihat bahwa saat ini narasi dan tema besar yang sedang mencuat di publik adalah isu kesehatan, apalagi saat ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Sektor kesehatan inilah yang bisa menjadi sektor 'seksi' di mata investor.

"Ada kemungkinan besar tematiknya itu lebih related ke jasa kesehatan," ujarnya dalam program Investime CNBC Indonesia, Selasa (4/5/2021).

Dalam bidang ini, ada dua BUMN yang akan melakukan IPO yaitu PT Indonesia Healthcare Corporation (Persero) dan PT Bio Farma (Persero) khususnya bidang vaksin.

Sektor selanjutnya yang dianggap seksi bagi investor adalah yang berhubungan dengan energi terbarukan (renewable energy), terutama soal baterai mobil listrik.

Eks Head of Institutional Equity MNC Sekuritas ini juga menganggap bahwa dengan narasi bahwasannya moda transportasi akan beralih ke kendaraan ramah lingkungan, maka fokus besar publik saat ini adalah mengenai mobil listrik.

"Energi terbarukan sebagai infrastruktur pendukung baterai listrik nasional."

Salah satu calon emiten dari puluhan calon emiten BUMN yang terkait dengan pembangunan pabrik baterai listrik adalah MIND ID dan anak usahanya PT Inalum Operating (Persero). MIND ID adalah nama Holding BUMN Pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero).

Saat ini Inalum membawahi tiga emiten tambang mineral dan batu bara yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Antam Tbk (ANTM). Inalum juga punya 20% saham di PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Adapun yang terakhir adalah yang berhubungan dengan digitalisasi. Saat ini tema yang berkembang di masyarakat adalah soal perbankan digital. Ia berharap BUMN mampu untuk mengemas narasi ini secara lebih optimal agar minat masyarakat untuk mengoleksi saham perusahaan ini berkembang.

"Contohnya EDC digital payment hingga bank tanpa cabangnya," pungkasnya.

Dari 14 BUMN yang ada, hanya PT EDC and Payment Gateway (Persero) yang dianggap akan fokus dalam bidang ini.

Selain itu, berkaitan dengan digitalisasi ada nama PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha menara telekomunikasi milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), yang dinanti pasar.

Sebelumnya Kementerian BUMN merilis data lengkap 14 perusahaan BUMN dan anak usaha BUMN yang akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), kendati Menteri Erick sempat menyebutkan akan ada 10-15 calon emiten dari BUMN dan anaknya yang sudah disetujui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk go public.

Daftar 14 BUMN dan Anak Usaha yang Mau IPO

Klaster Energi, Minyak dan Gas
1. PT Pertamina International Shipping
2. PT Pertamina Geothermal Energi
3. PT Pertamina Hulu Indonesia
4. PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap
5. PT Pertamina Hilir

Klaster Industri Kesehatan
1. PT Indonesia Healthcare Corporation (Persero)
2. PT Bio Farma (Persero)

Klaster Jasa Keuangan
1. PT EDC and Payment Gateway
Klaster Industri Pangan dan Pupuk
1. PT Pupuk Kalimantan Timur

Klaster Jasa Telekomunikasi dan Media
1. PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel)
2. PT Telkom Data Center

Klaster Industri Mineral dan Batubara
1. PT Inalum Operating
2. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Inalum atau MIND ID
3. PT Logam Mulia.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading