Bursa Asia Kembali Bangkit, STI Melemah Sendiri

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
04 May 2021 16:45
Kantor pusat KEB Hana Bank di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 23 Juli 2020. (AP/Ahn Young-joon)(AP Photo/Ahn Young-joon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Selasa (4/5/2021), di tengah cenderung sepinya pasar saham Asia karena bursa saham utama Asia yakni Jepang dan China masih libur nasional.

Tercatat indeks Hang Seng Hong Kong ditutup melesat 0,7% ke level 28.557,14, KOSPI Korea Selatan menguat 0,64% ke 3.147,37, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,19% ke 5.963,82.

Sedangkan untuk indeks Straits Times Singapura hari ini ditutup melemah 0,18% ke posisi 3.179,13.


Sementara untuk pasar saham Jepang hari ini masih ditutup karena sedang libur nasional memperingati Hari Hijau (Greenery Day) dan masih dalam libur Pekan Emas (Golden Week). Sementara di China, perdagangan pasar saham juga masih ditutup karena libur panjang terkait Hari Buruh.

Walaupun pasar cenderung sepi karena dua bursa saham utama masih libur, namun sentimen positif masih cukup kuat dan hadir pada hari ini.

Sentimen positif datang dari Amerika Serikat (AS), di mana Negeri Paman Sam terus melonggarkan pengetatan pandemi di tengah program vaksinasi.

Gubernur New York, Andrew Cuomo mengumumkan bahwa mayoritas pembatasan kapasitas akan dicabut di seluruh New York, New Jersey dan Connecticut, sementara layanan subway akan kembali difungsikan selama 24 jam pada akhir bulan ini.

Selain itu, inflasi konsumen Korea Selatan yang melaju ke level tertingginya selama hampir empat tahun terakhir juga mendorong penguatan pasar saham Asia, terutama pasar saham Korea Selatan.

Inflasi yang tercermin dalam indeks harga konsumen (IHK) Korea Selatan pada April 2021 naik 0,1 poin menjadi 2,3% (year-on-year/YoY) dari sebelumnya pada April tahun lalu sebesar 2,2%.

Sedangkan IHK bulanan (month-on-month/MoM) Negeri Ginseng juga naik 0,1 poin menjadi 0,2% dari sebelumnya pada Maret sebesar 0,1%.

Namun, perkembangan pandemi corona (Covid-19) di India masih menjadi sentimen negatif hari ini, walaupun sebagian besar pelaku pasar Asia tak menanggapi berlebih akan hal itu pada hari ini.

Investor terus memonitor situasi Covid-19 di India yang tak menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada pekan lalu mengatakan bahwa satu dari tiga kasus baru infeksi Covid-19 di dunia muncul dari India.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading