Asing Masuk Bursa RI, Ini Sederet Saham yang Diborong

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
04 May 2021 16:55
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa (3/5/2021), setelah pada tengah perdagangan sempat bergerak di zona merah. Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup menguat 0,19% ke level 5.963,82.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 223 saham terapresiasi, 251 saham terdepresiasi, dan 169 lainnya stagnan. Nilai transaksi pada perdagangan hari ini naik tipis menjadi Rp 9,3 triliun dan investor asing kembali melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 210 miliar di pasar reguler.

Dua saham bank big cap dan dua saham telekomunikasi dan pendukungnya hari ini kembali dikoleksi oleh investor asing. Saham bank big cap tersebut yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Sedangkan dua saham telekomunikasi dan pendukungnya yakni PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).


Berikut saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada perdagangan Selasa (4/5/2021) hari ini.

Dikala IHSG mampu berbalik arah dan ditutup di zona hijau serta asing kembali mengoleksi beberapa saham, asing juga tercatat melepas beberapa saham pada hari ini. Adapun saham-saham yang dilepas oleh asing adalah:

Pembalikan arah IHSG hari ini mengindikasikan bahwa pemodal kembali yakin dengan prospek ekonomi nasional, setelah pada pagi sempat diterpa kekhawatiran oleh menguatnya angka kasus Covid-19 di India dan Malaysia.

Kekhawatiran tersebut bersifat psikologis, karena indikasi pemulihan sebenarnya terpampang sebagaimana bisa dilihat dari data aktivitas manufaktur Indonesia yang tercermin di indeks manajer pembelian (Purchasing Manager' Index/PMI) manufaktur yang menyentuh rekor tertinggi baru, sementara inflasi masih jinak.

Pada April 2021, skor PMI manufaktur Indonesia ada di 54,6. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 53,2 sekaligus menjadi yang tertinggi dalam sejarah pencatatan PMI yang dimulai pada April 2011.

Dari sisi inflasi juga terakselerasi tetapi masih jinak. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada April 2021 adalah 0,13% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm) dan 1,42% dibandingkan April 2020 (year-on-year/yoy).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading