Gainers-Losers

Saham Tambang Emas Grup Bakrie Ngacir, Duo Grup Lippo Ambles!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
03 May 2021 12:39
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bakal memulai uji coba produksi di tambang emasnya Citra Palu, Palu. (Dok. BUMI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten tambang mineral dan emas Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil menjadi jawara pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (3/5/2021).

Berbeda, duo saham emiten ritel grup Lippo, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menjadi top losers pada perdagangan kali ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambles hari ini. IHSG terkoreksi 0,83% ke posisi 5.946,13 pada penutupan sesi I perdagangan, Senin (3/5).


Menurut data BEI, ada 158 saham naik, 306 saham merosot dan 160 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,45 triliun dan volume perdagangan mencapai 10,92 miliar saham.

Investor asing pasar saham meninggalkan Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 7,42 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 5,01 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (3/5).

Top Gainers

  1. Budi Starch & Sweetener (BUDI), saham +28,00%, ke Rp 160, transaksi Rp 17,2 M

  2. Kioson Komersial Indonesia (KIOS), +17,60%, ke Rp 735, transaksi Rp 29,3 M

  3. Bumi Resources Minerals (BRMS), +7,53%, ke Rp 100, transaksi Rp 66,5 M

  4. Digital Mediatama Maxima (DMMX), +7,32%, ke Rp 660, transaksi Rp 47,7 M

  5. Alkindo Naratama (ALDO), +7,23%, ke Rp 890, transaksi Rp 19,8 M

Top Losers

  1. Matahari Department Store (LPPF), saham -6,67%, ke Rp 1.680, transaksi Rp 40,2 M

  2. Mahaka Media (ABBA), -6,20%, ke Rp 242, transaksi Rp 23,1 M

  3. Mahaka Radio Integra (MARI), -6,16%, ke Rp 274, transaksi Rp 72,3 M

  4. Matahari Putra Prima (MPPA), -5,81%, ke Rp 810, transaksi Rp 120,4 M

  5. Merdeka Copper Gold (MDKA), -4,20%, ke Rp 2.510, transaksi Rp 95,7 M

Menurut daftar di atas, saham emiten pertambangan Grup Bakrie, BRMS, berhasil menjadi top gainers setelah naik 7,53% ke Rp 100/saham.

Dengan ini saham BRMS sudah menguat selama 3 hari beruntun, atau sejak 29 April. Alhasil, dalam sepekan saham BRMS melesat 14,94%.

Kabar teranyar, BRMS berhasil mencatat laba bersih melesat 220% sepanjang 2020 menjadi US$, 4,04 juta, dibandingkan laba 2019 senilai US$ 1,26 juta. Laba bersih ini ditopang oleh peningkatan pendapatan perusahaan, yang melesat 87% menjadi US$ 8,3 juta dibandingkan 2019 senilai US$ 4,46 juta.

Direktur Utama BRMS Suseno Kramadibrata mengatakan sekitar 54% dari pendapatan perusahaan atau senilai US$ 4,48 juta berasal dari penjualan emas. Produksi emas dihasilkan oleh dua anak usaha BRMS PT Citra Palu Minerals di Poboya, Palu, Sulawesi. Sisanya merupakan pendapatan dari jasa penasihat pertambangan.

Sebelumnya, BRMS juga akan meningkatkan kapasitas produksi emasnya di Gorontalo dan Palu melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD/rights issue). Perusahaan juga telah mendapatkan izin OJK untuk pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Proses rights issue dilakukan pada 1-9 April 2021, dengan jumlah saham baru yang diterbitkan sebanyak 22,9 miliar saham dengan harga Rp 70 per saham. Dengan begitu dana segar yang didapatkan dari aksi korporasi ini berkisar Rp 1,6 triliun.

Berbanding terbalik, saham duo emiten ritel Grup Lippo malah tersungkur sebagai 'pecundang'.

Saham emiten pengelola gerai department store Matahari, LPPF, memuncaki daftar top losers setelah ambles menyentuh auto rejection bawah (ARB) 6,67% ke Rp 1.680/saham.

Praktis, saham LPPF melanjutkan koreksi sejak Jumat lalu ketika ditutup anjlok 5,26% ke Rp 1.800/saham.

Tidak berbeda, saham 'sang saudara', pengelola gerai Hypermart, MPPA, juga ambles setelah pada awal-awal perdagangan menghijau.

Saham MPPA tergerus 5,81% ke Rp 810/saham dengan nilai transaksi Rp 120,4 miliar.

Catatan saja, anjloknya saham MPPA terjadi setelah suspensi perdagangan kembali dibuka mulai pagi ini. Sebelumnya, saham MPPA 'digembok' oleh bursa mulai 23 April 2021 setelah mengalami peningkatan harga yang signifikan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading