Laris Manis, Bos PTBA Sebut Batu Baranya Fully Booked!

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
30 April 2021 18:05
Doc.PTBA

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyebut alokasi batu bara perseroan untuk ekspor tahun ini sudah terpesan semua. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Suryo Eko Hadianto.

Tak hanya itu, dia pun mengatakan perseroan baru saja mendapatkan pasar baru yang besar di dalam negeri, yakni untuk smelter Bintan Alumina.

"Ekspor relatively sudah fully booked, banyak peminat batu bara PTBA ini," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (30/04/2021).


Suryo mengibaratkan PTBA sebagai sebuah toko, maka toko tersebut sedang diserbu pembeli. Si pemilik toko cukup duduk manis dan membuat strategi bagaimana meningkatkan nilai tawar untuk dapat harga yang terbaik.

"Kalau keyakinan pasar, sangat yakin. Komitmen-komitmen letter of intent yang ada boleh dikatakan hari ini bahwa pasarnya sudah fully booked. Kalau kalian mau ada yang beli batu bara, PTBA agak susah," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk pasar luar negeri pihaknya akan menerobos pasar baru yakni Filipina, karena secara kualitas sesuai dan jaraknya tidak terlalu jauh.

"Kami akan terobos pasar Filipina lebih banyak karena Filipina kualitasnya match dan jarak dekat, cuma di atas Kalimantan. Ini akan berikan value bagus buat PTBA," tegasnya.

Tahun ini pemerintah RI menambah target produksi batu bara sebesar 75 juta ton menjadi 625 juta ton dari rencana semula 550 juta ton. Bagi PTBA ini merupakan sebuah peluang bagi perusahaan.

Suryo mengatakan penambahan target produksi batu bara oleh pemerintah tahun ini merupakan peluang bagi perseroan untuk meningkatkan produksi.

Dia menyebut, target produksi batu bara perseroan pada 2021 ini minimal sebesar 30 juta ton. Bahkan, menurutnya perseroan memiliki potensi produksi hingga 36 juta ton.

"Ini peluang bagi PTBA. Jelas PTBA akan sesuaikan peningkatan ini, akan kami manfaatkan setidaknya produksi 30 juta ton di tahun ini, minimal, tapi peluang lain akan kami jajaki dengan Kementerian ESDM supaya dapatkan peluang yang lebih besar," paparnya.

Selama kuartal I 2021 produksi batu bara perseroan mencapai 4,5 juta ton dan penjualan batu bara sebanyak 5,9 juta ton.

Perseroan menargetkan kenaikan volume produksi batu bara dari 24,8 juta ton pada 2020 menjadi 29,5 juta ton pada 2021. Selain itu, perseroan juga menargetkan kenaikan penjualan batu bara dari 26,1 juta ton pada 2020 menjadi 30,7 juta ton pada 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading