Bank Neo Commerce Rights Issue Jumbo, Akulaku-Gozco Mau Serap

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 April 2021 19:19
Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan (Syahrizal Sidik/CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten bank digital, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) berencana menambah modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 10 miliar saham baru dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) V dan VI.

Pemegang saham perusahaan yakni Akulaku dan Gozco Capital siap menyerap saham baru tersebut.

Menurut Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan, dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk belanja modal dan meningkatkan modal inti perseroan menjadi Rp 2 triliun pada tahun ini. Sisanya untuk investasi di sektor teknologi dan informasi (IT) dan belanja operasional.


"Kita punya capital plan, akan melaksanakan rights issue, sekarang lagi proses PUT kami, injeksinya untuk mengejar capital Rp 2 triliun tahun ini," kata Tjandra Gunawan, dalam sesi wawancara bersama awak media, Rabu (28/4/2021).

Bila mengacu pada pergerakan harga saham BBYB saat ini di rentang Rp 470 per saham, maka dari aksi korporasi ini, perseroan berpotensi meraih dana sebesar Rp 4,7 triliun.

"Tujuan kami melakukan rights issue, memenuhi minimum kapital, di luar akan gunakan dana segar untuk masuk investasi di IT, kedua untuk operasional," ujarnya.

Sebagai informasi, pemegang saham perseroan sampai dengan 31 Maret 2021 antara lain PT Akulaku Silvrr Indonesia dengan kepemilikan sebesar 24,98%, PT Gozco Capital 20,13 persen, PT Asabri (Persero) 16,83%, Yellow Brick Enterprise Ltd. 11,1%, dan sisanya pemegang saham publik 26,96%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading