Gainers-Losers

WSKT-BKSL Ngamuk, Giliran Saham ASSA-LPPF Ambruk!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
26 April 2021 12:30
Menteri Sosial Tri Rismahari mempekerjakan lima belas orang mantan Pemulung di kantor Waskita proyek Tol Becakayu, Jakarta, Kamis (21/1/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten BUMN Karya PT Waskita Karya (WSKT) berhasil masuk di deretan top gainers pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (26/4/2021). Penguatan ini terjadi seiring adanya sentimen positif terkait perusahaan baru saja melepas ruas tol Medan-Kualanamu pada Jumat (23/4) pekan lalu.

Berbeda, saham emiten jasa transportasi milik taipan TP Rachmat, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dan emiten department store Grup Lippo PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) terjungkal sebagai top losers siang ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hari ini. IHSG turun 0,60%, meninggalkan level 6.000, ke posisi 5.980,69 pada penutupan sesi I perdagangan Senin (26/4).


Menurut data BEI, ada 180 saham naik, 267 saham merosot dan 174 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,63 triliun dan volume perdagangan mencapai 7,96 miliar saham.

Investor asing pasar saham keluar dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 163,05 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 12,73 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (26/4).

Top Gainers

  1. DMS Propertindo (KOTA), saham +10,84%, ke Rp 368, transaksi Rp 215,1 M

  2. Sentul City (BKSL), +9,26%, ke Rp 59, transaksi Rp 25,5 M

  3. Kresna Graha Investama (KREN), +6,56%, ke Rp 130, transaksi Rp 12,6 M

  4. Waskita Karya (WSKT), +5,14%, ke Rp 1.125, transaksi Rp 55,6 M

  5. Sri Rejeki Isman (SRIL), +5,00%, ke Rp 168, transaksi Rp 32,2 M

Top Losers

  1. Nusa Palapa Gemilang (NPGF), saham -6,88%, ke Rp 149, transaksi Rp 10,3 M

  2. Centratama Telekomunikasi Indonesia (CENT), -6,62%, ke Rp 282, transaksi Rp 26,9 M

  3. Adi Sarana Armada (ASSA), -5,90%, ke Rp 1.995, transaksi Rp 61,2 M

  4. Matahari Department Store (LPPF), -5,85%, ke Rp 1.850, transaksi Rp 62,8 M

  5. Mahaka Media (ABBA), -4,79%, ke Rp 278, transaksi Rp 77,1 M

Berdasarkan data di atas, saham emiten konstruksi pelat merah WSKT ditutup sebagai lima besar top gainers, setelah naik 5,14% ke Rp 1.125/saham. Nilai transaksi WSKT sebesar RP 55,6 miliar.

Pada penutupan pasar Jumat pekan lalu (23/4), WSKT ditutup stagnan di harga Rp 1.070/saham.

Kabar terbaru, Waskita melalui anak usahanya yaitu PT Waskita Toll Road (WTR) dan Kings Ring Ltd. telah menandatangani kesepakatan jual beli 30% saham PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) dengan nilai transaksi sebesar Rp 824 miliar.

JMKT adalah badan usaha jalan tol pemegang konsesi ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

Adapun Kings Ring Ltd. merupakan bagian dari grup usaha Road King Expressway, yang merupakan salah satu investor jalan tol dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di kawasan Asia Timur.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan transaksi divestasi ini merupakan langkah awal dari program divestasi sembilan ruas tol yang direncanakan oleh Waskita tahun ini.

"Beberapa ruas lain masih dalam proses negosiasi dan dalam tahap studi oleh Investor," terang Destiawan, dalam keterangan resmi, Jumat (23/4/2021).

Dia mengatakan program divestasi ruas tol sejalan dengan strategi Waskita untuk meningkatkan kinerja dengan asset recycle. Sebagai pengembang jalan tol terbesar di Indonesia, Waskita menciptakan value lewat proses investasi, konstruksi dan divestasi.

Dana segar yang diperoleh Waskita dari hasil divestasi akan dialokasikan untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur, serta digunakan sebagai tambahan modal kerja dan investasi proyek infrastruktur lainnya.

Berbeda nasib, saham emiten pemilik jasa kurir Anteraja, ASSA, malah ambles 5,90% ke Rp 1.995/saham. Dengan ini ASSA sudah terbenam di zona merah selama empat hari beruntun, atau sejak Rabu (21/4) pekan lalu.

Alhasil dalam sepekan ASSA sudah anjlok 8,06%, kendati dalam sebulan masih tumbuh 14,66%.

Sebelumnya, Perusahaan rental mobil ini akan menerbitkan saham baru dalam rangka penawaran umum terbatas (PUT) untuk penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) sebanyak 600 juta saham atau setara dengan 15,01%.

Pemegang saham utama perusahaan tidak akan melaksanakan haknya dan mengalihkannya kepada International Finance Corporation, termasuk TP Rachmat. Sehingga para pemegang saham ini akan terdilusi persentase kepemilikannya.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham baru ini diterbitkan dalam rangka penerbitan obligasi konversi senilai Rp 720 miliar. Setiap pemegang saham mendapatkan hak 80 HMETD, dengan 1 HMETD berhak membeli 1 unit obligasi konversi di harga Rp 1.200/unit.

Selain ASSA, saham emiten ritel Grup Lippo, LPPF anjlok 5,85% ke Rp 1.925/saham siang ini. Investor tampaknya melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah pada Kamis (22/4) dan Jumat (23/4) LPPF ditutup melesat, secara berturut-turut, 25% dan 2,08%.

Selain itu, sentimen negatif juga berkaitan dengan kinerja LPPF pada kuartal I tahun ini.

Emiten pengelola gerai department store Matahari ini masih membukukan rugi bersih mencapai Rp 95,35 miliar pada kuartal I-2021, bengkak 1,49% dari periode yang sama tahun lalu yang juga rugi bersih Rp 93,95 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan LPPF yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), rugi bersih itu terjadi di tengah penurunan pendapatan emiten yang melantai di bursa sejak 1989 ini.

Total pendapatan bersih turun 25,16% menjadi Rp 1,16 triliun pada 3 bulan pertama tahun ini, dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,55 triliun.

Di sisi lain, mengacu pada laporan kuartalan, hingga Q1-2021, perusahaan mengoperasikan 147 gerai, jumlahnya sama dengan posisi 31 Desember 2020. Jumlah itu terbagi di Sumatera 28, Jawa 86, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku 28 dan wilayah lainnya 5 gerai.

Dari 147 gerai tersebut terdapat 124 gerai reguler dan 23 gerai dalam pengawasan. Sementara itu selama Q1, Matahari menutup 13 gerai, dan masih ada 10 gerai yang dalam pengawasan untuk kemungkinan ditutup.

Meski demikian, ada satu gerai baru dibuka pada April ini yakni di Balikpapan Ocean Square.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Emiten Pengembang Lido Jawara, Giliran Duo Baja Merana


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading