Dear PNS, Ada 11.000 Unit Rumah dengan KPR Khusus dari BTN

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
22 April 2021 20:07
Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.
Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.
Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.
Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menyebutkan akan segera memulai program kerja samanya dengan BP Tapera untuk menyediakan rumah bagi PNS dengan jumlah mencapai 11 ribu unit. Program tersebut akan diluncurkan pada Juli 2021 nanti dengan percontohan dua bulan sebelumnya.

Direktur Consumer And Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar mengatakan 11 ribu ini merupakan jumlah di tahap awal dan bisa terus bertambah sesuai dengan review yang akan dilakukan di kemudian hari.

"Berikutnya Tapera cukup banyak. Tahap awal 11 ribu dan akan di-review lagi sampai akhir tahun total untuk bisa disalurkan 2021 apa lebih dari 11 ribu. Akan mulai di Juli 2021, piloting di Mei, nanti disampaikan daerahnya di mana," kata Hirwandi dalam konferensi pers paparan kinerja kuartal I-2021, Kamis (22/4/2021).


Dia menjelaskan, khusus untuk nasabah Tapera ini nantinya akan ada tiga tingkatan bunga fix yang akan dikenakan berdasarkan penghasilannya.

Tire pertama untuk pendapatan sampai dengan Rp 4 juta akan dikenakan bunga 5% per tahun. Lalu untuk pendapatan Rp 4 juta-Rp 6 juta akan dikenakan bunga 6% per tahun, lalu untuk pendapatan Rp 6 juta-Rp 8 juta dengan bunga 7%/

Adapun penyediaan rumah dengan BP Tapera ini dilakukan mempercepat penyediaan hunian layak huni bagi sekitar 9,1 juta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia yang diantaranya memiliki penghasilan di bawah Rp 4 juta.

Saat ini Tapera tengah menyiapkan penyusunan skema pembiayaan perumahan bagi MBR. Sasaran program Tapera tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan seluruh lapisan MBR termasuk yang berpenghasilan di bawah Rp 4 juta.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmarhargyo mengatakan kelompok MBR dengan penghasilan di bawah Rp 4 juta tersebut mendominasi porsi backlog akibat meningkatnya jumlah permintaan atas rumah dari para wong cilik tersebut setiap tahun. Sementara kapasitas penyediaan perumahan untuk segmen MBR belum dapat memenuhi kebutuhan mereka.

"BTN sudah dipastikan siap untuk mendukung program Tapera tersebut. Dengan infrastruktur, jaringan ke mitra pengembang, dan pengalaman BTN dalam pembiayaan perumahan khususnya untuk subsidi bagi MBR, sampai dengan saat ini Bank BTN berkomitmen penuh mendukung program rumah nasional. Termasuk dalam hal ini mendukung Tapera dalam menyediakan hunian berkualitas terutama bagi MBR dengan penghasilan di bawah Rp 4 juta," jelas Haru dalam Forum Group Discusion (FGD) bertajuk Housing Availability for Economically Weaker Section di Jakarta, Kamis (18/3/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading