Bursa Eropa Dibuka Kompak Merah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
20 April 2021 15:20
General view of the stock exchange in Frankfurt, Germany, March 23, 2018. REUTERS/Kai Pfaffenbach

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa melemah pada sesi awal perdagangan Selasa (20/4/2021), di tengah tekanan yang menimpa mayoritas bursa di seluruh dunia.

Indeks Stoxx 600 yang berisi 600 saham unggulan Eropa turun 0,2% pada sesi awal, dengan indeks saham sektor barang rumah tangga anjlok 1,1% menjadi pemimpin koreksi, sementara indeks saham sektor otomotif menguat 0,8%.

Selang 20 menit kemudian, koreksi indeks Stoxx 600 menjadi 2,2 poin (-0,5%), menjadi 439,96. DAX Jerman minus 21 poin (-0,14%) ke 15.347,38 dan FTSE Inggris drop 39,8 poin (-0,63%) ke 6.256,9. Di sisi lain, indeks CAC Prancis turun 26,45 poin (-0,38%) ke 6.973,63.


Bursa Eropa mengikuti tren di dunia yang cenderung tertekan. Bursa di kawasan Asia Pasifik bergerak mixed pada Selasa setelah China mempertahankan suku bunga acuannya.

Harga kontrak berjangka (futures) bursa AS bergerak mixed di sesi awal perdagangan di tengah antisipasi kinerja keuangan korporasi. Musim laporan keuangan di AS hari ini bakal diramaikan oleh emiten teknologi seperti Netflix.

Kemarin indeks utama bursa AS melemah, terseret oleh koreksi saham sektor teknologi. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 120 poin, terseret oleh ambruknya saham Intel sebesar 1,5%.

Investor Eropa bakal memantau laporan kinerja keuangan Danone, sementara Rio Tinto merilis laporan operasi kuartal I-2021. Penjualan Danone per kuartal I-2021 dilaporkan anjlok 3,3% meski masih membukukan laba bersih. Saham emiten Prancis ini anjlok 1,6% di sesi awal.

Produsen anti-virus asal Ceko Avast mencetak reli tertinggi, mencapai 6%, setelah membukukan kinerja yang kuat pada sesi I-2020. Sementara itu, British American Tobacco ambles lebih dari 7%, menyusul laporan bahwa pemerintahan Joe Biden akan mewajibkan penurunan kadar nikotin di semua rokok yang dijual di AS.

Dari sisi data ekonomi, angka pengangguran Inggris turun menjadi 4,9% per Februari, meski Negeri Big Ben tersebut memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat pada periode tersebut untuk menekan penyebaran Covid-19.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading