Internasional

Erdogan Buat Investor Turki Cenat Cenut, Ada Apa?

Market - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 April 2021 08:00
Topik_Turki_besar

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Kebijakan Moneter Turki pada hari Kamis (15/4/2021) memilih untuk mempertahankan suku bunga utamanya. Interest rate tidak berubah pada 19%.

Dikutip CNBC International, langkah yang diambil ditanggapi sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan bagi investor. Sinyal ini berisiko menghasilkan lebih banyak volatilitas untuk mata uang Turki, Lira.


"Kami berpikir bahwa pengabaian bias pengetatan terhadap ekspektasi inflasi yang meningkat menunjukkan bahwa TCMB (Bank Sentral Turki) sekarang memiliki fungsi reaksi yang lebih dovish," tulis Goldman Sachs dalam sebuah catatan.

"Oleh karena itu, kami melihat risiko yang lebih tinggi dari penurunan atau pelonggaran suku bunga yang premature melalui peningkatan pinjaman."

Sementara itu Timothy Ash, ahli strategi pasar negara berkembang senior di Bluebay Asset Management, menggambarkan langkah terbaru bank sentral ini telah memotong peluang awal untuk memperbaiki ekonomi.

"Inflasi meningkat, akun saat ini melebar, dan cadangan turun," tulisnya dalam sebuah catatan, Kamis.

"Bagaimana CBRT bisa memotong tanpa mengorbankan lira?"

Langkah ini diambil oleh kepala Bank Sentral Turki yang baru, Sahap Kavcioglu. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memutuskan untuk mengangkat Sahap karena dirinya memiliki paham yang sama dengan Erdogan.

Erdogan menganggap bahwa suku bunga yang tinggi itu adalah sebuah kejahatan dan merupakan biang dari inflasi. Sebelum Sahap menjabat, posisinya diduduki oleh Naci Agbal.

Naci menaikkan suku bunga secara signifikan selama kurang dari lima bulan menjabat. Hal ini disukai sebagian besar investor karena langkah ini dapat mendinginkan inflasi Turki yang telah mencapai 16%.

Pada saat Naci dicopot,Lira Turki diketahui anjlok sekitar 16% dalam satu hari.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading