Dow Futures Lanjut Menguat Dibakar Kinerja Positif Emiten Top

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
15 April 2021 19:50
Markets Wall Street. (AP/Courtney Crow)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (15/4/2021), menyambut rilis kinerja keuangan emiten unggulan yang terbukti lebih baik dari ekspektasi.

Kontrak futures Dow Jones Industrial Average naik dan mengindikasikan bahwa indeks berisi 30 saham gacoan di Wall Street tersebut bakal dibuka menguat 150 poin. Kontrak serupa indeks S&P 500 naik 0,5% dan kontrak Nasdaq bertambah 0,6%.

Harga saham Citigroup naik lebih dari 2% di sesi pra-pembukaan setelah perseroan mencetak kinerja kuartal I-2020 yang lebih baik dari estimasi analis. Pendorongnya adalah pendapatan divisi bank investasi yang masih kuat dan menurunnya pencadangan.


Saham Bank of America juga menguat setelah laba bersih kuartal kemarin melesat berkat bisnis trading dan bank investasi, serta pengurangan pencadangan. Saham perseroan menguat 1%. Saham Pepsi bertambah 0,6% setelah melaporkan kenaikan penjualan hingga 7%.

Pada Rabu kemarin, saham teknologi berbalik menguat berkat lonjakan saham Tesla sebesar 1%. Platform transaksi mata uang kripto Coinbase juga melompat 9% di sesi awal perdagangan setelah mengumumkan bahwa investor kakap Ark Invest memborong saham perseroan.

Pasar terus menguat dipacu ekspektasi pembukaan kembali ekonomi dan kucuran stimulus bernilai triliunan dolar. Indeks S&P 500 telah meroket nyaris 10% pada 2021 dengan saham energi dan keuangan menjadi pendorong utama reli.

"Saya sangat bullish, dan anda betul bahwa kita juga harus mewaspadai defisit [APBN]... jika kita tak mencetak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam 10 tahun ke depan," tutur Larry Fink, CEO BlackRock dalam wawancara dengan CNBC International.

Investor pada Kamis akan memantau rilis data klaim tunjangan pengangguran oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan angka klaim sepanjang pekan lalu bakal mencapai 710.000 unit.

Di sisi lain, data penjualan ritel Maret diproyeksikan berujung pada sinyal pemulihan belanja konsumen. Beberapa ekonom memperkirakan kenaikan sebesar 10% berkat bantuan langsung tunai (BLT) sebesar US$ 1.400, tetapi median konsensus memperkirakan pertumbuhan 6,1%.

Terkait dengan penanganan pandemi, panel yang dibentuk Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention) pada Rabu memutuskan menunda putusan terkait nasib vaksin besutan Johnson and Johnson yang diduga memicu penggumpalan darah penerimanya.

Namun pasar menilai keputusan itu tak membahayakan program vaksinasi di AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading