Top Gainers

Menguat Hingga 153%, Ini Saham Paling Cuan Sepekan!

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
10 April 2021 16:23
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mendapatkan keuntungan ratusan persen hanya dalam waktu seminggu adalah impian banyak orang. Pasar saham adalah salah satu tempat mewujudkan impian tersebut. 

Sepekan terakhir indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil menguat 1%. Saat IHSG naik 1%, ada beberapa saham yang memberikan gain 70% bahkan sampai 153%. Saham-saham tersebut merupakan kini menduduki jajaran top gainers minggu ini.

Berikut ini adalah lima saham dengan cuan paling banyak :


Di posisi pertama ada PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE). Perusahaan yang bergerak di bidang properti ini harga sahamnya berhasil menguat 153% dalam seminggu ini. Pada 1 April 2021, harga per lembar saham ini masih Rp 322.

Namun pada penutupan perdagangan kemarin harganya melonjak dan ditutup di Rp 815/lembar. Data perdagangan mencatat, saham ini sebelumnya tidak ditransaksikan sama sekali.

Bahkan dalam keadaan melesat signifikan pun nilai transaksinya tergolong sangatlah kecil. Bayangkan saja rata-rata volume perdagangan harian sepekan dari saham ini di bawah 10 ribu lembar.

Artinya dengan modal kurang dari 10 juta saja bisa digunakan untuk menggerakkan saham ini hingga menyentuh level auto reject atas (ara) berkali-kali. Tentu saja saham-saham seperti ini memiliki risiko tinggi, apalagi nilai kapitalisasi pasarnya sebelum digoreng kurang dari Rp 1 triliun.

Menduduki ranking dua ada PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Perusahaan yang bergerak di bisnis department store yang dimiliki oleh grup Lippo ini nilai kapitalisasi pasarnya melesat 96%. Harga sahamnya naik dari Rp 298/lembar menjadi Rp 585/lembar. 

Sebenarnya saham MPPA ini sudah uptrend sejak awal bulan Maret. Kenaikan harga yang tak wajar membuat otoritas bursa mulai memantai gerak saham ini. Pada Rabu (7/4/2021) saham ini mendapat label unusual market activity atau UMA. 

Sejak tahun 2017 MPPA cenderung konsisten membukukan rugi bersih yang fantastis. Sepanjang tahun fiskal 2017-2019 total rugi bersih yang dicatatkan oleh MPPA mencapai Rp 2,65 triliun. Hal ini membuat nilai buku MPPA begitu juga harga sahamnya terus tergerus. 

Kenaikan harga saham MPPA belakangan ini bisa dibilang sudah keterlaluan dan tak wajar meskipun ada isu vaksinasi dan menjelang puasa. Apalagi tahun lalu kinerja MPPA juga terbilang masih tertekan akibat adanya pandemi Covid-19.

Lanjut ke posisi ketiga ada saham PT Telefast Indonesia Tbk dengan kode TFAS. Dalam seminggu harga saham TFAS melonjak dari Rp 885/lembar menjadi Rp 1.665/lembar. Artinya ada kenaikan sebesar 88%. 

Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi ini baru melantai di bursa dua tahun silam. Namun sejak penawaran perdana harga sahamnya telah menguat hampir 10 kali lipat.

Penguatan harga sahamnya baru terjadi pada awal tahun ini. Kala itu harga saham TFAS per lembarnya masih berada di kisaran harga penawaran perdana sahamnya di Rp 180/lembar. Induk dari TFAS yang juga perusahaan publik yakni PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) termasuk ke dalam jajaran 10 besar penyusun indeks IDX Techno.

Tidak hanya di Wall Street saja yang saham-saham teknologinya bergerak liar. Di dalam negeri fenomena serupa juga terjadi. 

Kemudian di peringkat keempat ada saham PT Pikko Land Development Tbk (RODA). Saham emiten properti yang satu ini sebelumnya masih berada di dekat level gocap alias Rp 50/lembar. Namun seminggu terakhir ada peningkatan volume transaksi dan harga yang membuatnya melesat 72%. 

Di posisi terakhir top gainers minggu ini ada salah satu bank mini yang sebelumnya dihajar habis-habisan oleh pasar. Adalah PT Bank Maspion Tbk (BMAS) yang harganya melesat 70%.

Sebelum melesat saham BMAS sempat didera auto reject bawah (ARB) berjilid-jilid. Namun sebelum kena arb saham ini juga melesat tajam bersama dengan bank mini lain yang mendapat sentimen positif dari tren bank digital di dalam negeri. 

Itulah tadi saham-saham yang memberikan keuntungan paling fantastis sepekan. Kenaikan harga saham yang sudah tak wajar sudah sepatutnya diwaspadai karena ketika valuasi tinggi dan tidak rasional maka bukan waktu yang tepat untuk masuk. Apalagi jika tidak ditopang dengan fundamental yang kuat. Peningkatan harga yang fantastis cenderung dibarengi dengan naiknya risiko.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading