Jumbo! Emiten Lo Kheng Hong Dapat Kontrak Batu Bara Rp 2,7 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
09 April 2021 10:15
Lo Kheng Hong (Dokumentas pribad Lo Kheng Hong) Foto: Lo Kheng Hong (Dokumentas pribad Lo Kheng Hong)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten kontraktor pertambangan, yang sahamnya juga dipegang investor kawakan Lo Kheng Hong, PT Petrosea Tbk. (PTRO) mengantongi kontrak jasa pertambangan batu bara senilai Rp 2,7 triliun.

Direktur Petrosea Meinar Kusumastuti mengatakan perseroan sudah menandatangani perolehan kontrak baru pada 6 April 2021 bersama dengan PT Karya Bhumi Lestari yang merupakan anak usaha perusahaan dengan porsi kepemilikan 100%.

Adapun kliennya yakni PT Kartika Selabumi Mining dan PT Palm Mas Asri sebagai penjamin.


"Perseroan dan anak usaha tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Kartika Selabumi dan Palm Mas Asri," katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Jumat (9/4/2021).

Dalam kontrak itu, emiten kontraktor tambang ini bertindak sebagai manajemen proyek, sedangkan Karya Bhumi sebagai kontraktor untuk pengerjaan di area tambang Kartika Selabumi yang berlokasi di Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Perkiraan target produksi dari proyek itu antara lain, volume lapisan tanah penutup sebesar 78,28 juta BCM, sedangkan volume produksi 3,95 juta ton batu bara.

"[Diteken] mining service agreement, di mana perseroan sebagai pihak yang melakukan manajemen proyek dan Karya Bhumi sebagai kontraktor. Durasi [kontrak] tujuh tahun sampai dengan 31 Desember 2027, dengan estimasi nilai kontrak sebesar Rp 2,7 triliun," ujarnya.

Karya Bhumi Lestari adalah anak perusahaan yang dimiliki 100% oleh Petrosea yang fokus pada jasa usektor pertambangan dan konstruksi, khususnya pengadaan alat berat.

 

Petrosea merupakan perusahaan yang merupakan anak usaha dari PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan kepemilikan saham sebesar 69,80%. Sedangkan pemegang saham lainnya adalah investor kondang Lo Kheng Hong dengan kepemilikan mencapai 15,01%, sedangkan kepemilikan saham publik di bawah 5% sebesar 13,50%.

"Kontrak ini akan memberikan tambahan pendanaan dan memperkuat kondisi keuangan perusahaan," kata Meinar.

Tahun lalu, PTRO mencatatkan kenaikan laba bersih 3,54% secara tahunan (year on year/YoY). Tercatat laba bersih perusahaan naik menjadi US$ 32,27 juta (Rp 451,90 miliar, asumsi kurs Rp 14.000/US$) dari US$ 31,17 juta di akhir periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba per saham naik menjadi US$ 0,0323 dari sebelumnya sebesar US$ 0,0309.

Kenaikan laba bersih ini terjadi kendati perusahaan mengalami penurunan pendapatan. Pendapatan perusahaan turun 28,49% YoY menjadi sebesar US$ 340,68 juta (Rp 4,76 triliun) di 31 Desember 2020 lalu dari sebelumnya US$ 476,44 juta.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading