Masuk Bisnis Kendaraan Listrik, Saham INDY Langsung Ngacir!

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
08 April 2021 11:10
Direktur Utama PT Indika Energy Tbk (INDY) Arsjad Rasjid Foto: Direktur Utama PT Indika Energy Tbk (INDY) Arsjad Rasjid

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten pertambangan batu bara Grup Indika, PT Indika Energy Tbk. (INDY) mulai menguat perdagangan jelang penutupan sesi I, Kamis ini (8/4/2021). Saham INDY naik 1,37% di posisi Rp 1.485/saham.

Data BEI mencatat, penguatan saham ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan melakukan diversifikasi bisnis ke sektor kendaraan listrik melalui pendirian entitas usaha baru yakni PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI). Nilai investasi untuk pendirian perusahaan ini mencapai Rp 40 miliar.

Nilai transaksi saham INDY jelang penutupan sesi I mencapai Rp 5,40 miliar dengan volume perdagangan 3,65 juta saham. Sepekan saham induk usaha PT Petrosea Tbk (PTRO) ini menguat 4% dan sebulan terakhir naik 6% dengan kapitalisasi pasar Rp 7,7 triliun. Setahun terakhir saham INDY melesat 143%.


Manajemen INDY menyatakan perseroan sudah mendirikan anak usaha baru dengan tujuan diversifikasi bisnis di kendaraan listrik.

"Pada tanggal 5 April 2021, perseroan, bersama anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, PT Indika Energy Infrastructure, telah mendirikan perusahaan dengan nama PT Electra Mobilitas Indonesia atau EMI," kata Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/4/2021).

Dia menjelaskan, pendirian EMI tersebut telah dinyatakan dalam Akta Pendirian No. 03 tertanggal 5 April 2021 yang dibuat di hadapan Ungke Mulawanti, SH., M.Kn., Notaris di Bekasi dan telah mendapat pengesahan sebagai badan hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0023580.AH.01.01.Tahun 2021 tanggal 6 April 2021.

"Maksud, tujuan, serta kegiatan usaha EMI adalah melakukan perdagangan besar suku cadang sepeda motor dan aksesorisnya, melakukan perdagangan besar berbagai suku cadang, komponen, dan aksesoris mobil, dan melakukan jasa konsultasi manajemen," jelasnya.

"Penyertaan saham perseroan dalam EMI merupakan langkah Perseroan untuk melakukan ekspansi usaha ke sektor kendaraan listrik di Indonesia," jelasnya.

Perusahaan yang dipimpin oleh Arsjad Rasyid ini memegang 99,9975% saham EMI atau senilai Rp 39,99 miliar. Adapun, Indika Energy Infrastructure (IEI) hanya memegang 0,0025% saham EMI atau setara Rp 1 juta.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading