Megaskandal Asabri

Apartemen-Hotel-Tanah Disita Kejagung, Keuangan RIMO Lumpuh!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
08 April 2021 16:28
Benny Tjokosaputro atau akrab disapa Bentjok, salah satu dari 6 terdakwa di kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang menjalani persidangan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen emiten properti PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) buka suara terkait dengan dampak penyitaan sejumlah aset perusahaan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Aset tersebut mulai dari dokumen unit apartemen, aset tanah, mall, hingga hotel.

Teddy Tjokrosapoetro, Dirut Rimo, mengungkapkan berdasarkan informasi dari entitas anak yakni PT Hokindo Properti Investama, bahwa Kejagung telah melakukan penyitaan aset yang dimiliki oleh anak perusahaan.

Sejumlah aset tersebut yakni:


1. Sebanyak 18 unit apartemen South Hills yang belum terjual milik KSO DRK-MKP (PPI). Aset ini beralamat di Jalan Denpasar Raya RT016 RW 04, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, atas nama Duta Regency Karunia.

2. Aset tanah seluas 217.874 m2 yang berlokasi di Jalan Syech Nawawi Al-Batani Lingkungan Tanjakan, RT 01 RW 04, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, atas nama PT Batu Kuda Propertindo, beserta dokumen aslinya.

3. Tanah seluas 1.478.540 m2 berlokasi di Desa Sukaresmi, Kecamatan Pacet, dan Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, atas nama PT Gema Inti Perkasa, beserta fotocopy dokumennya.

4. Tanah seluas 384.314 m2 di Desa Watulondo dan Desa Puwatu, Kecamatan Puwatu, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara, atas nama PT Andalan Techno Korindo beserta dokumen aslinya.

5. Tanah seluas 8.542.476 m2 di Desa Sungai Purun Besar dan Desa Sungai Burung, Kecamatan Egedong, Kabupaten Membawah, Kalimantan Barat, atas nama PT Tri Kartika beserta fotocopy dokumennya.

6. Tanah dan bangunan (Mall Matahari) seluas 9.820 m2 dan 577 m2 di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, atas nama PT Mahahari Pontianak Indah Mall beserta fotocopy dokumennya.

7. Tanah seluas 155.452 m2 termasuk bangunan 22 ruko di Desa Gambut Barat, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, atas nama PT Banua Land Sejahtera beserta fotocopy dokumennya.

8. Tanah dan bangunan (Rupa Rupi Handicraft Market) seluas 2.866 m2 di Jalan A Yani, Bandung Desa Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat, atas nama Gita Aditya Graha berserta fotocopy dokumennya.

9. Tanah dan bangunan (Hotel Maestro) seluas 2.452 m2 di Jalan Sultan Abdurrahman, Kota Pontanak, Kalimantan Barat, atas nama PT Indo Putra Khatulistiwa, beserta fotocopy dokumennya.

"Penyitaan tersebut dijadikan barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dan dana investasi PT Asabri pada beberapa perusahaan periode 2012-2019 atas nama Benny Tjokrosaputro [Bentjok]," kata Teddy, dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (8/4/2021).

Dia menegaskan, kasus hukum tersebut bukan kasus hukum perseroan maupun entitas anak-anak RIMO. "Perseroan menunggu sampai adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht)," tegasnya.

Teddy mengatakan, semua entitas anak yang asetnya disita otomatis operasionalnya lumpuh sehingga perseroan tidak bisa melanjutkan kepengurusan perizinan dan pembangunan proyek-proyek perumahan yang sudah direncanakan dari dulu dan ini mengancam kelangsungan hidup perusahaan.

"Dengan lumpuhnya operasional dan disita sebagian besar aset perusahaan anak dan berhentinya semua proyek yang direncanakan untuk dibangun atau yang sudah dibangun, maka dapat dipastikan kondisi keuangan perusahaan akan lumpuh total," jelasnya.

Dia mengatakan, untuk aset nomor 1-9, perseroan telah mendapatkan fotocopy tanda terima dokumen/barang benda sitaan dari Kejaksaan Agung.

Kasus hukum yang menimpa saudara Benny Tjokro dalam dugaan korupsi Asabri merupakan kasus pribadi yang bersangkutan.

"Perseroan dan semua entitas anaknya tidak pernah melakukan hubungan kerja sama dalam bentuk apapun dengan PT Asabri. Oleh karena itu perseroan berusaha agar aset yang sekarang dalam penyitaan dapat dikembalikan kepada perseroan," kata Teddy.

Data BEI mencatat, saham RIMO dipegang NBS Clients 10,58%, Teddy Tjokro 5,67%, Asabri 5,44%, dan publik 78,30%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading