Resmi Garap Bisnis Motor Listrik, Begini Gerak Saham INDY

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
09 April 2021 11:05
RUPS PT Indika Energy Tbk  (CNBC Indonesia/Anastasia Arvirianty)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang batu bara Grup Indika, PT Indika Energy Tbk (INDY) resmi masuk ke sektor kendaraan listrik dengan mendirikan entitas usaha baru yakni PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI).

Namun di tengah sentimen positif ini, pada perdagangan Jumat pagi ini (9/4), sahamnya turun 0,98% di level Rp 1.515/saham, kendati kemarin naik di level Rp 1.530/saham.

Data BEI mencatat, pada pukul 10.40 WIB, saham INDY ditransaksikan Rp 8,10 miliar dengan volume perdagangan 5,32 juta saham. Kapitalisasinya mencapai Rp 7,92 triliun. Sepekan saham ini melesat 4,11% dan sebulan naik 8,57%.


Head of Corporate Communication INDY Ricky Fernando mengatakan nantinya EMI akan fokus pada pengembangan dan penjualan kendaraan listrik roda dua.

"EMI akan berfokus pada pengembangan dan penjualan kendaraan listrik roda dua dan saat ini berada dalam tahap eksplorasi pengembangan bisnis dan investasi ke depannya," ungkap kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat ini (8/4/2021).

Ia mengatakan, pihaknya berharap agar ke depannya EMI bisa berkontribusi dalam merealisasikan target pemerintah terkait pengembangan industri motor listrik nasional.

"Pendirian PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI) merupakan salah satu bentuk diversifikasi usaha Indika Energy di sektor non batubara," tuturnya.

Nilai investasi untuk pendirian perusahaan ini mencapai Rp 40 miliar. Dia mengatakan EMI berdiri pada tanggal 5 April 2021.

"Pada tanggal 5 April 2021, perseroan, bersama anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, PT Indika Energy Infrastructure, telah mendirikan perusahaan dengan nama PT Electra Mobilitas Indonesia atau EMI," ujarnya.

Dia menjelaskan, pendirian EMI tersebut telah dinyatakan dalam Akta Pendirian No. 03 tertanggal 5 April 2021 yang dibuat di hadapan Ungke Mulawanti, SH., M.Kn., Notaris di Bekasi dan telah mendapat pengesahan sebagai badan hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0023580.AH.01.01.Tahun 2021 tanggal 6 April 2021.

INDY memegang 99,9975% saham EMI atau senilai Rp 39,99 miliar. Adapun, Indika Energy Infrastructure (IEI) hanya memegang 0,0025% saham EMI atau setara Rp1 juta.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading