Diselimuti Sentimen Positif, Dow Futures Bergerak Menghijau

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
07 April 2021 19:21
Specialist David Haubner, left, talks with a colleague as they work on the floor of the New York Stock Exchange, Wednesday, Jan. 30, 2019. Fed officials ended a two-day meeting on Wednesday by keeping the federal funds rate — what banks charge each other — at a range of 2.25 to 2.50 percent. (AP Photo/Richard Drew) Foto: Bursa New York (AP Photo/Richard Drew))

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Rabu (7/4/2021), setelah mayoritas bursa saham di Wall Street terkoreksi pada perdagangan kemarin.

Kontrak futures Dow Jones Industrial Average menguat, mengindikasikan bahwa indeks berisi 30 saham unggulan di AS tersebut bakal dibuka naik sekitar 24 poin dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq kompak menguat sekitar 0,1%.

Saham maskapai penerbangan diburu di sesi pra-pembukaan, berbarengan dengan saham kapal pesiar. Di sisi lain, imbal hasil (yield) melemah 1,65%, menjadi level terendah sejak 26 Maret.


Dalam surat tahunan ke klien, CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon optimistis ekonomi AS bakal berbalik dari pandemi dan berbalik melesat hingga 2023, karena alokasi belanja stimulus telah dialokasikan hingga 2023.

"Saya cukup yakin bahwa dengan tabungan yang berlebih, tabungan tambahan dari stimulus, belanja negara dengan defisit yang diperbesar, lebih banyak pelonggaran kuantitatif, program infrastruktur yang akan datang, kesuksesan vaksinasi dan eforia seputar pandemi, ekonomi AS sepertinya akan meledak," tutur Dimon, seperti dikutip CNBC International.

Mayoritas indeks saham surut dari rekor tertinggi dan ditutup ke teritori negatif pada perdagangan Selasa. Dow Jones anjlok 97 poin, atau -0,3%, memutus reli 2 hari sebelumnya. Indeks S&P sempat menyentuh rekor tertinggi tetapi berbalik melemah. Nasdaq turun 0,05%.

Data ekonomi yang kuat-termasuk laporan tenaga kerja Maret yang melampaui ekspektasi- mendorong penguatan indeks saham. Terbaru, IMF menilai adanya jalan keluar untuk krisis kesehatan dan krisis ekonomi, meski masih ada tantangan yang menantang terkait dengan laju vaksinasi yang beragam di antara negara dunia.

Kepala Ekonom Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) Gita Gopinath menyebutkan bahwa ekonomi dunia bakal tumbuh menjadi 6% pada 2021, atau lebih baik dari proyeksi sebelumnya pada Januari (5,5%).

Pada saat yang sama, pasar juga memantau rilis risalah rapat (minutes meeting) bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee) pada Maret. Catatan tersebut akan menunjukkan sikap pejabat The Fed mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga acuan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading