Ikuti Tren Global, Bursa Eropa Dibuka Flat Cenderung Melemah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
31 March 2021 16:13
FILE PHOTO: A trader works at Frankfurt's stock exchange in Frankfurt, Germany, April 6, 2018. REUTERS/Ralph Orlowski/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa cenderung flat pada sesi awal perdagangan Rabu (31/3/2021), mengikuti arah sentimen di Kawasan Asia Pasifik dan bursa Amerika Serikat (AS).

Indeks Stoxx 600 cenderung tak banyak bergerak di pembukaan dan selang 30 menit berbalik positif dengan menguat 0,3 poin (+0,07%) 427,21. Indeks saham sektor telekomunikasi naik 0,6% sedangkan indeks saham sektor perbankan melemah 0,3%.

Selang 1 jam kemudian, indeks berisi 600 saham unggulan Eropa ini naik 0,05 poin (+0,01%) ke 430,7. Indeks DAX Jerman surut 14,35 poin (-0,1%) ke 14.994,26 diikuti CAC Prancis yang turun 8,05 poin (-0,13%) ke 6.079,99. Indeks FTSE Inggris melemah 22,2 poin (-0,33%) ke 6.749,96.


Investor di Eropa akan memantau data inflasi zona euro pada Maret dan data pengangguran Jerman, yang bakal menunjukkan indikasi kesehatan ekonomi di Benua Biru di tengah pemberlakuan kembali karantina (lockdown) untuk mencegah penyebaran virus corona.

Saham di bursa Asia Pasifik cenderung bergerak mixed setelah data pertumbuhan aktivitas pabrik di China per Maret menguat. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) berada di angka 51,9 atau naik dibandingkan dengan posisi Februari pada 50,6.

Capaian itu lebih baik dari ekspektasi analis dalam polling Reuters yang memperkirakan angka 51. Artinya, pelaku usaha manufaktur China kian optimistis karena angka 50 ke atas mengindikasikan ekspansi sedangkan di bawah itu menandakan kontraksi aktivitas operasi.

Namun di AS, kontrak berjangka (futures) di Wall Street cenderung flat pada sore hari ini (WIB) setelah indeks Dow Jones Industrial Average kemarin terkoreksi akibat kekhawatiran kenaikan suku bunga acuan di tengah tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS di level 1,73%.

Investor juga akan memantau detil rencana program infrastruktur Presiden AS Joe Biden yang akan diumumkan malam nanti (WIB). Paket bernilai US $ 3 triliun tersebut akan membantu menggerakkan perekonomian. Pelaku pasar juga menunggu rilis data penggajian sektor swasta versi ADP, yang menjadi indikator pulih-tidaknya ekonomi AS saat ini.

Dari sisi korporasi, pasar bakal mencerna hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Daimler, serta rilis kinerja keuangan emiten asuransi Inggris Lloyd per 2020 yang membukukan rugi sebelum pajak sebesar US$ 1,2 miliar akibat .

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading