Gainers-Losers

IHSG Tumbang, Duo TKIM-INKP Ambruk! Saham PTRO Terbang

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
31 March 2021 13:18
Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hampir 2% hari ini, melanjutkan pelemahan sejak 2 hari lalu. IHSG ambrol 1,78% ke posisi Rp 5.963,46 pada penutupan sesi I perdagangan, Rabu (31/3/2021).

Menurut data BEI, ada 108 saham naik, 368 saham merosot dan 145 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,29 triliun dan volume perdagangan mencapai 7,66 miliar saham.

Investor asing pasar saham keluar dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 386,53 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 12,78 miliar.


Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (31/3).

Top Gainers

  1. Perdana Karya Perkasa (PKPK), saham +18,03%, ke Rp 72, transaksi Rp 7,2 M

  2. Indopoly Swakarsa Industry (IPOL), +16,13%, ke Rp 180, transaksi Rp 4,3 M

  3. Petrosea (PTRO), +6,65%, ke Rp 1.925, transaksi Rp 9,4 M

  4. Cottonindo Ariesta (KPAS), +5,33%, ke Rp 79, transaksi Rp 4,3 M

  5. Victoria Investama (VICO), +5,29%, ke Rp 179, transaksi Rp 11,7 M

Top Losers

  1. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM), saham -6,94%, ke Rp 10.400, transaksi Rp 81,1 M

  2. Indah Kiat Pulp and Paper (INKP), -6,59%, ke Rp 10.275, transaksi Rp 98,9 M

  3. Bank Capital Indonesia (BACA), -6,42%, ke Rp 510, transaksi Rp 116,1 M

  4. Mahaka Radio Integra (MARI), -5,83%, ke Rp 226, transaksi Rp 40,4 M

  5. Ever Shine Tex (ESTI), -5,83%, ke Rp 97, transaksi Rp 10,7 M

Mengacu data BEI, saham emiten pertambangan dan jasa penunjang migas (minyak dan gas) PKPK menjadi jawara top gainers setelah melesat 18,03% ke Rp 72/saham.

Nilai transaksi saham perusahaan yang berbasis di Samarinda, Kalimantan Timur, ini sebesar 7,2 miliar.

Sebelumnya, pada 25 Maret 2021, menanggapi surat pihak bursa soal volatilitas harga saham PKPK, perseroan mengaku tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai saham atau keputusan investasi pemodal.

Manajemen menjelaskan, sampai saat ini perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat atau 3 bulan mendatang.

Tidak hanya PKPK, emiten jasa penunjang minyak dan gas serta pertambangan milik Grup Indika Energy (INDY), PTRO, juga melesat 6,65% ke Rp 1.925/saham. Nilai transaksi saham emiten yang didirikan pada 1972 ini sebesar Rp 9,4 miliar.

Penguatan saham emiten yang 15,01% sahamnya juga dimiliki investor kawakan Lo Kheng Hong ini terjadi seiring dirilisnya laporan kinerja keuangan perusahaan hari ini.

PTRO melaporkan kenaikan laba bersih sebesar 3,56% menjadi US$ 32,28 juta atau setara dengan 451,91 miliar (kurs US$ 1 = Rp 14.000) pada tahun lalu, dari tahun sebelumnya US$ 31,17 juta atau setara dengan 436,45 miliar.

Berbeda dengan kedua saham di atas, duo saham emiten kertas Grup Sinarmas, TKIM dan INKP, malah tersungkur menjadi top losers.

TKIM ambles dan menyentuh auto rejection bawah (ARB) 6,94% ke Rp 10.400/saham dengan nilai transaksi Rp 81,1 miliar.

Saham TKIM melanjutkan pelemahan sejak kemarin, saat ditutup ambles 6,29% ke Rp 11.175/saham. Dalam seminggu TKIM anjlok 10,54%, sedangkan dalam sebulan saham produsen brand kertas Paper Plus ini sudah jatuh 28,52%.

Adapun INKP anjlok 6,59% ke Rp 10.275/saham dengan catatan transaksi mencapai Rp 98,9 miliar.

Dengan demikian, saham INKP sudah jeblok tiga hari beruntun, yakni sejak Senin (29/3). Praktis, dalam sepekan INKP sudah melorot 10,65%, sementara dalam sebulan ambles 22,45%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading