Sama dengan 2019, Ini Alasan Dividen BNI Tetap 25% dari Laba

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
29 March 2021 18:23
BNI Bagi Dividen 25% Laba Bersih, Kas Negara Dapat Rp 492 M (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perbankan BUMN, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membagikan dividen sebesar 25% dari perolehan laba bersih perseroan sepanjang tahun 2020 atau sekitar Rp 820,1 miliar.

Dividend payout ratio ini sama dengan tahun sebelumnya yakni sebesar 25% dari perolehan laba bersih BBNI 2019.

Dengan memperhitungkan komposisi saham milik pemerintah sebesar 60%, maka BNI akan menyetorkan dividen sebesar Rp 492,58 miliar ke rekening kas umum negara.


Sedangkan, dividen bagi pemegang saham yang namanya tercatat sebagai Daftar Pemegang Saham (DPS), yakni sebesar Rp 327,52 miliar atau setara 40%.

Sementara itu, sebanyak 75% dari laba bersih tahun lalu atau senilai Rp 2,46 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, manajemen perseroan telah mengambil sejumlah langkah, strategi dan kebijakan yang bertujuan untuk mempertahankan kinerja di tengah kondisi yang cukup sulit ini.

Komisaris, kata Royke, secara konsisten turut pula mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank tahun 2020, antara lain melalui evaluasi terhadap Rencana Bisnis Bank serta kinerja keuangan tahun 2020.

"Para pemegang saham mendukung sepenuhnya berbagai kebijakan strategis yang diambil pada 2021 dalam menghadapi tantangan dan dinamika bisnis yang cepat," ungkap Royke, dalam konferensi pers usai RUPST 2021 secara virtual, Senin (29/3/2021).

Adapun kebijakan-kebijakan strategis itu adalah pertama, meningkatkan kualitas kredit melalui perbaikan manajemen risiko. Kedua, Meningkatkan digital capability dalam memenuhi kebutuhan nasabah. Ketiga, Meningkatkan ekspansi bisnis secara berkelanjutan. Keempat, Meningkatkan CASA dan FBI melalui peningkatan transaksi.

Selanjutnya, optimalisasi jaringan dan bisnis Internasional dengan memperkuat kerjasama partnership. Keenam, Optimalisasi Kontribusi Perusahaan Anak. Ketujuh, Optimalisasi human capital dalam mendukung bisnis bank.

Pada kesempatan sama, Royke meyakini, kredit perseroan pada tahun ini berpeluang tumbuh di kisaran 6 sampai dengan 7%. Beberapa katalis positif yang mendorong pertumbuhan kredit antara lain dari progses distribusi vaksin Covid-19, kebijakan pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional melalui kebijakan PPnBM, kebijakan relaksasi kredit uang muka rumah untuk properti atau loan to value (LTV).

"Seiring dengan itu, BNI akan memanfaatkan hal tersebut lebih baik dari tahun sebelumnya. Jadi itu proyeksi kami, kalau bisa membaik, mungkin di 8%. BNI melakukan banyak perbaikan di internal, di proses kredit, transaksi, supaya lebih efisien," ujarnya.

Tahun lalu, Bank Negara Indonesia mencatatkan laba bersih konsolidasi sepanjang mencapai Rp 3,3 triliun atau turun 78,54% dari tahun 2019 sebesar Rp 15,38 triliun.

Sebagai perbandingan, BNI membagikan dividen sebesar 25% dari laba bersih 2019 senilai Rp 15,38 triliun. Dengan demikian, dividen yang dibagikan perseroan yakni mencapai Rp 3,85 triliun atau sekitar Rp 206,2 per saham atas laba 2019.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading