Sah! Erick Umumkan IBC Terbentuk, RI jadi Pemain Global

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
26 March 2021 16:05
Preskon Pendirian IBC. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN akhirnya menyampaikan sercara resmi pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC). Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan ini merupakan persiapan yang sudah dilakukan sejak tahun lalu.  

Pendirian IBC merupakan transformasi kemajuan Indonesia ke depan. Adanya pandemi covid-19 mempercepat proses mepercepat transformasi ke arah industri baterai listrik.

"Alhamdulillah apa yang kita jalankan ini terbukti kalau mau kita kompak ini bisa terbukti. Apalagi kita dikasih anugerah luar biasa, kekayaan nikel 24% di dunia ini dan tentunya dengan ada EV (Electric Vihicle) battery ini buat indonesia lebih bersahabat dengan green, ekonomi hijau, dan tidak kalah pentingnya kita berikan sesuai arahan bapak presiden kita sering terlambat antisipasi kekuatan Indonesia sendiri," kata Erick dalam konferensi pers, Jumat (26/3/2021).


Erick menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyampaikann Indonesia telat masuk di industri kayu di era 1980-an. Demikian pula pada era 1970-an Indonesia telat masuk di industri minyak.

"Dan ini alhamdulillah kita manfaatkan momentum penting ketika perubahan inovasi EV battery ini, berbasis nikel, kita ambil langkah berani tidak mau kalah dengan negara besar lain RRT (Republik Rakyat Tiongkok), AS (Amerika Serikat) dan Korea. Kita jadi pemain global," kata Erick.

Pada kesempatan tersbeut, Erick menambahkan, tentu akan dilakukan partnership yang saling menguntungkan dalam pembentukan IBC sebagai holding baterai listrik. Akan dilakukan sinergis dengan beebrapa perusahaan yang jadi partner positif ke depan.

Perusahaan holding ini nantinya terdiri dari empat perusahaan BUMN antara lain PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Inalum atau MIND-ID, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Pertamina dan PLN.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mantap! Erick Ungkap BUMN Sikat Perusahaan Argentina & Brasil


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading