Joss! Taipan Thailand Ini Borong Lagi Saham PSSI, Cuan nih?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 March 2021 11:20
Taipan asal Thailand, Frederick Chavalit Tsao/dok.Heritascapital

Jakarta, CNBC Indonesia - Taipan asal Thailand, Frederick Chavalit Tsao, menambah kepemilikan saham di emiten pelayaran PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI).

Dalam pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI), Tsao membeli sebanyak 5,09 juta saham. Transaksi ini dilaksanakan di pasar reguler secara bertahap pada 18 dan 24 Maret 2021.

Dengan pembelian saham ini, persentase kepemilikan saham Frederick, yang juga menjabat komisaris di Pelita Samudera ini bertambah menjadi sebanyak sebanyak 54,10 juta saham atau setara 0,99% saham dari sebelumnya sebanyak 49,01 juta saham.


"Tujuan dari transaksi untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung," demikian yang disampaikan Chavalit Tsao, Chairman IMC Pan Asia Alliance (IMC PAA) Group yang berpusat di Singapura ini.

Hanya saja tidak diungkapkan berapa nilainya. Data Saham PSSI sejak awal tahun hingga perdagangan jelang sesi I berakhir, Jumat ini (26/3), sudah naik 12% di level Rp 195/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 1,06 triliun.

Jika dengan asumsi harga tersebut, maka nilai pembelian Frederick Chavalit Rp 993 juta.

Bukan kali ini saja Tsao menambah kepemilikan sahamnya di PSSI. Sebelumnya, pada 5 Maret 2021 lalu, dia juga membeli sebanyak 3,46 juta saham PSSI yang membuat kepemilikan sahamnya kala itu bertambah menjadi sebanyak 0,7% dari seluruh saham beredar.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2020, perseroan mencatatkan perolehan pendapatan yang belum diaudit sebesar US$ 68,4 juta atau sekitar Rp 0,96 triliun, turun 9% dari periode yang sama tahun lalu sekitar US$ 75,3 juta.

Secara rinci, pendapatan tersebut dikontribusi dari pendapatan sewa berjangka (sebelum audit) tahun 2020 sebesar 35% menjadi US$ 13,3 juta dari US$ 9,9 juta di 2019, dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen kapal tunda dan tongkang (TNB), diikuti kapal curah besar (MV) dan fasilitas muat terapung dan crane terapung (FLF/FC).

Secara keseluruhan, perseroan mengamankan nilai kontrak sekitar US$ 164,6 juta.

Hingga akhir tahun 2020, komposisi kontrak jangka panjang untuk FLF/FC mencapai 96% dan 4% spot basis, segmen TNB mencapai 88% untuk kontrak jangka panjang dan 12% spot basis.

Untuk segmen MV, dari 6 unit kapal, 3 kapal telah mendapatkan kontrak sewa berjangka jangka panjang dan 3 kapal kontrak freight charter (basis volume). Sementara itu, utilisasi armada Perseroan rata-rata mencapai 83,6% untuk TNB, 63,8% untuk FLF/FC, dan 83,5% untuk MV.

Data Saham PSSI sejak awal tahun hingga perdagangan jelang sesi I berakhir, Jumat ini (26/3), sudah naik 12% di level Rp 195/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 1,06 triliun.

Situs forbesglobalceoconference mencatat, Frederick Chavalit Tsao atau dikenal sebagai Fred adalah generasi keempat keluarga bisnis IMC Group yang memulai bisnisnya dari The Shanghai Bund, China, sebelum tahun 1906. Fred bergabung dengan bisnis keluarganya pada usia 20 tahun setelah lulus dari Universitas Michigan dengan gelar Master of Science di bidang teknik .

Keberhasilan bisnis awalnya termasuk saat dia memulai bisnis minyak sawit yang sangat menguntungkan di Thailand dan memulihkan kinerja bisnis pelayaran nasional Thailand.

Pada 1995, pada usia 27 tahun, Fred mengambilalih sebagai Chairman IMC Group. Di bawah kepengurusannya, perusahaan pelayaran tradisional asal Thailand tersebut menjelma menjadi konglomerat multi-nasional dengan kepentingan bisnis yang beragam.

Dia juga menjabat sebagai pendiri dan President of Family Business Network (FBN di Asia, Chairman FBN Foundation, dan founder Octave Institute.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading