Habis Dicaplok Singapura, Pyridam Farma Bikin 4 Anak Usaha

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
26 March 2021 10:30
Containers with active ingredients are pictured in a laboratory at

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan farmasi PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mendirikan empat anak usaha baru dengan tujuan untuk menunjang kegiatan usahanya sebagai induk perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), keempat anak usaha ini adalah PT Pyfa Medika Indonesia, yakni perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan eceran barang farmasi di apotek, alat laboratorium, farmasi dan kesehatan, jasa pengujian laboratorium serta aktivitas penunjang pelayanan kesehatan.

Kedua, PT Mega Inter Distrindo yang akan bergerak di bidang perdagangan besar farmasi, obat tradisional, kosmetik serta alat laboratorium, farmasi dan kedokteran.


Ketiga, PT Pyfa Investama Medika yang bergerak di bidang perdagangan besar atas balas jasa (fee) atau kontrak, terutama di bidang pembukuan dan akuntansi serta konsultasi bisnis dan jasa administrasi kantor.

Terakhir adalah PT Pyfa Sehat Indonesia yang bergerak di bidang perdagangan eceran barang farmasi, obat tradisional, kosmetik, alat laboratorium, farmasi, kesehatan, pengepakan dan penjualan dengan menggunakan platform digital.

Masing-masing perusahaan ini diberikan modal dasar senilai Rp 200 miliar dengan nilai modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 50 juta dengan nilai nominal saham Rp 500 ribu.

Seluruh perusahaan ini 99% dimiliki oleh PYFA, sedangkan 1%-nya untuk tiga perusahaan pertama dipegang oleh PT Pyfa Sehat Indonesia. Sedangkan sisa saham dari perusahaan tersebut dipegang oleh Yenfrino Gunadi.

Sumber dana yang digunakan perusahaan ini adalah dari dana operasional perusahaan.

"Pembentukan entitas-entitas anak perusahaan ini tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan perseroan," tulis Manajemen Perusahaan dalam keterbukaan informasi tersebut, dikutip Jumat (26/3/2021).

Untuk diketahui, Pyridam Farma belum lama ini dicaplok oleh investor Singapura, Rejuve Global Investment Pte Ltd sebesar 47,61% dari modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan..

Rejuve Global sebagai pengendali baru Pyridam Farma memang berencana melakukan pengembangan kegiatan PYRA yang bergerak di bidang industri kesehatan, khususnya di sektor farmasi melalui pengembangan produk, investasi peralatan dan mesin sehingga memberikan nilai tambah bagi perseroan.

Data BEI mencatat saham PYFA stagnan di level Rp 910/saham dengan nilai transaksi rendah hanya Rp 21 juta. Sebulan saham yang sempat jadi primadona di tahun lalu akibat sentimen vaksinasi ini drop 10%. Setahun terakhir saham ini melesat 400%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading