Internasional

Waduh! AS Segera Eksekusi Aturan Depak China dari Wall Street

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 March 2021 11:28
Otoritas Pasar Modal AS

Jakarta, CNBC Indonesia - Regulator sekuritas di Amerika Serikat (AS), Securities and Exchange Commission (SEC), akan segera mengadopsi langkah-langkah untuk mengeluarkan perusahaan asing dari bursa. Mereka yang tidak mematuhi standar audit AS dan mengungkapkan afiliasinya ke pemerintah, bisa "ditendang" dari Wall Street.

Ini merupakan turunan dari The Holding Foreign Companies Accountable Act, yang ditandatangani Donald Trump Desember 2020. Tujuanya untuk menghapus perusahaan China di bursa, jika mereka gagal mematuhi standar audit AS tiga tahun berturut-turut.


Aturan tersebut juga mengharuskan perusahaan membuktikan kepada SEC bahwa mereka tidak dimiliki atau dikendalikan oleh entitas pemerintah asing. Perusahaan juga akan diminta mengungkap anggota dewan direksi, termasuk apakah terkait dengan Partai Komunis China atau tidak.

"Banyak investor mengira AS dan pemerintahan Biden akan lebih ramah terhadap China dan segalanya akan lebih mudah, tetapi berita ini menunjukkan bahwa itu akan sama sulitnya," kata Direktur Pelaksana Wealthy Securities Louis Tse dikutip Reuters, Kamis (25/3/2021).

Ahli strategi DailyFX Margaret Yang mengatakan saham yang terdaftar di China juga berada di bawah tekanan. Karena China sedang mempertimbangkan untuk membuat usaha patungan yang didukung negara dengan perusahaan teknologi domestik untuk mengawasi pengguna.

"Yang terakhir ini mungkin menandai pengetatan lebih lanjut dari kendali pemerintah atas sektor teknologi," katanya.

SEC mempercepat eksekusi aturan karena dalam hukum AS, ini harus dilakukan dalam waktu 90 hari sejak RUU menjadi UU. Saat ini SEC mencari komentar publik tentang proses untuk mengidentifikasi perusahaan yang gagal memenuhi standar.

Aturan baru datang di tengah ketegangan baru antara Amerika Serikat dan China. Minggu lalu di Alaska, kedua negara mengadakan pertemuan tingkat tinggi pertama mereka di bawah pemerintahan Biden namun kedua belah pihak melontarkan teguran tajam terhadap kebijakan satu sama lain.

Hal ini mendorong aksi jual tajam di Bursa Hong Kong, terhadap perusahaan China yang terdaftar di bursa AS. Saham Baidu Inc, yang melantai di bursa Selasa lalu, turun 10,45% pada perdagangan Kamis pagi.

Alibaba Group Holding Ltd juga tergelincir 5,3%. Sementara JD.Com Inc turun 5% dan Netease Inc turun 4,1%.

Belum ada komentar dari Komisi Pengaturan dan Sekuritas China (CSRC).


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading