'Markasnya' Diubek-ubek KPK, Saham Grup Panin Drop Berjamaah!

Market - Putra, CNBC Indonesia
24 March 2021 15:39
Ilustrasi foto bank panin

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor pusat Bank Panin di Jakarta. Penggeledahan ini terkait dugaan suap di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan.

Di pasar modal, sentimen digeledahnya 'markas' bank bernama lengkap PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) itu, secara langsung juga menjadi perhatian investor.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, harga saham bank BUKU IV dengan kode saham PNBN ini ambruk. Tetapi tak hanya harga saham PNBN yang anjlok, mayoritas saham Grup Panin yang melantai juga terkoreksi parah pada penutupan perdagangan Rabu ini (24/3).


Gerak Harga Saham Grup Panin, Rabu (24/3)

Tercatat enam emiten Grup Panin yang melantai semuanya berakhir di zona merah dengan koreksi paling parah dicatatkan oleh induk usaha PNBN yakni PT Panin Financial Tbk (PNLF) yang terkoreksi parah 4,39% ke level Rp 218/unit.

Sedangkan emiten Grup Panin yang paling jumbo yakni PNBN alias Bank Panin juga terpantau ambruk parah 3,98% ke level Rp 1.085/unit.

Selain itu anak usaha Grup Panin di bidang bank syariah, sekuritas, multifinance, hingga asuransi, terpantau seluruhnya tumbang.

Tercatat PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) terkoreksi 2,75%, PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) ambruk 2,41%, PT Paninvest Tbk (PNIN) tumbang 1,25%, sedangkan koreksi paling tipis dibukukan oleh PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) yang terkoreksi 0,76%.

Sebelumnya Juru Bicara KPK Ali Fikri, mengatakan penggeledahan kantor pusat Bank Panin yang berlokasi di Jalan Sudirman dilakukan pada Selasa (23/3/2021) pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

"Tim Penyidik KPK dalam perkara dugaan TPK penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak, telah selesai melaksanakan penggeledahan di wilayah DKI Jakarta, bertempat di Kantor Pusat Bank Panin, Jakarta Pusat," tegasnya pada Rabu (24/3/2021).

"Di lokasi ini ditemukan diamankan di antaranya berbagai dokumen dan barang elektronik yang terkait dengan perkara," ujarnya lagi tanpa memberi keterangan rinci.

KPK disebut telah memanggil salah satu PNS di Kementerian Keuangan. KPK juga telah menggeledah kantor PT Jhonlin Baratama (JB) di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) dan tiga rumah.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut kasus suap ini diduga melibatkan pejabat di Ditjen Pajak. Suapnya diduga bernilai puluhan miliar rupiah.

"Kalau di pajak kan modusnya seperti itu, gimana caranya supaya WP (wajib pajak) bayar pajak rendah dengan cara menyuap pemeriksanya agar pajaknya diturunkan," kata Alex kepada wartawan kemarin.

Menanggapi ini, Direktur Utama PNBN atau Bank Panin, Herwidayatmo mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh KPK dan akan bersikap kooperatif selama proses hukum tersebut.

"Kami tidak bermaksud mendahului proses hukum yang sedang berjalan di KPK," kata Herwidayatmo kepada CNBC Indonesia, Rabu (24/3/2021).

Dia menjelaskan, jika benar kasus tersebut terkait dengan pajak perusahaan, maka Bank Panin menegaskan akan tunduk dan patuh selama temuan pajak tersebut sesuai dengan aturan perpajakan yang berlaku.

Namun, kata dia, selama proses pemeriksaan pajak tahun 2016, perseroan mengikuti seluruh mekanisme dan prosedur yang berlaku. Selan itu, selama proses pemeriksaan dan upaya hukum perpajakan tahun 2016, bank bersandi PNBN ini juga didampingi oleh lembaga yang berkompeten dan kredibel.

"Bahwa tidak benar jika ada pihak-pihak yang mengaku menerima hadiah atau janji dari kami, terkait urusan pajak tahun 2016. Kami sebagai perusahaan terbuka, memiliki tanggung jawab kepada seluruh Stakeholder untuk menjalankan perusahaan sesuai prinsip Good Corporate Governance yang baik," tandasnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading