Imbas Pandemi, OJK Sebut Nilai KIK EBA Turun Jadi Rp 4,8 T

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
24 March 2021 11:50
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Anggota Dewan Komisioner OJK, Hoesen M.M (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dana kelolaan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) hingga Maret 2021 di Indonesia telah mencapai Rp 4,87 triliun.

"KIK EBA merupakan investasi yang saat ini beredar di pasar modal yang diubah dalam bentuk instrumen efek likuiditas menjadi lebih mudah untuk diperdagangkan," jelas Hoesen dalam webinar, Rabu (24/3/2021).

"Pada tahun 2021 terdapat 9 produk KIK-EBA dengan total dana kelolaan Rp 4,87 triliun," kata Hoesen melanjutkan.


Hoesen menambahkan, pandemi Covid-19 telah berdampak negatif pada nilai produk EBA, di mana pada akhir 2020 nilai produk tersebut sempat mengalami penurunan hingga 28% jika dibandingkan tahun 2019. Dari Rp 6,78 triliun pada Desember 2019 menjadi Rp 4,88 triliun pada Desember 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menjelaskan isu likuiditas dan risiko kredit pasar EBA masih relatif kecil saat ini. Atau bisa dikatakan kurang likuid.

"Jadi investor kesulitan saat mau menjual EBA di pasar sekunder," tuturnya.

KIK EBA telah diatur di dalam ketentuan pasar modal Indonesia UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya.

Bagi investor, efek beragun aset bisa menjadi alternatif utang korporasi. Ini lantaran EBA memungkinkan penerbit efek tersebut untuk menghasilkan uang tunai, yang dapat digunakan untuk lebih banyak pinjaman.

Sesuai Peraturan OJK Nomor 65/POJK.04/2017 tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk KIK, disebutkan definisi KIK EBA.

KIK EBA adalah kontrak antara manajer investasi dan bank kustodian yang mengikat pemegang efek beragun aset di mana manajer investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan bank kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading