Sempat Anyep, Harga CPO Perlahan Merangkak Naik

Market - Putra, CNBC Indonesia
24 March 2021 11:05
FILE PHOTO: A worker shows palm oil fruits at a plantation in Chisec, Guatemala December 19, 2018. REUTERS/Luis Echeverria/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kontrak minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatif Exchange berhasil bangkit setelah sempat terkoreksi parah pekan lalu.

Harga kontrak minyak sawit ini berhasil melesat 0,31% ke level RM 3.942/ton dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya pada pukul 10:20 WIB perdagangan Rabu (24/3/21).

Kabar baik bagi minyak nabati datang dari Negeri Jiran yang tercermin dari adanya peningkatan ekspor Malaysia.


Ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-20 Maret naik 6,8% menjadi 745.260 ton dari 697.794 ton pada periode yang sama bulan sebelumnya mengacu pada data perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia.

Perusahaan surveyor kargo lainnya yaitu Intertek Testing Services (ITS) melaporkan ekspor produk minyak sawit Negeri Jiran pada periode yang sama naik 5,2% atau lebih rendah dari yang dilaporkan oleh AmSpec Agri. Ekspor tercatat sebesar 734.463 ton untuk 20 hari bulan Maret.

Harga minyak sawit pada paruh pertama tahun ini akan didukung oleh kurangnya tenaga kerja asing di Malaysia dan harga yang tinggi untuk minyak kedelai sebagai substitusi. Hal ini disampaikan oleh Fitch Ratings dalam laporan risetnya terkait peringkat surat utang PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA).

Namun, Fitch meramal output industri akan meningkat sepanjang tahun dan hal ini akan berdampak pada harga CPO di tahun 2022.

"Kami telah meningkatkan asumsi kami untuk rata-rata harga CPO acuan Malaysia pada 2021 menjadi US$ 700/ton dari US$ 560/ton sebelumnya, dan menurunkan asumsi kami untuk 2022 menjadi US$ 550/ton dari US$ 600/ton. Asumsi jangka panjang kami tetap tidak berubah pada USD600/ton." kata Fitch Ratings.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading