Mau Jadi BUKU III, Bank IBK Mau Rights Issue Rp 1,23 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
23 March 2021 15:01
Peluncuran IBK Indonesia, dulu Bank Agris/Dok IBK

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS), mengumumkan rencana penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Direktur Bank IBK Indonesia, Vera Afianti menjelaskan, penambahan modal ini untuk memenuhi ketentuan modal inti perseroan menjadi bank golongan BUKU III pada 2023 mendatang sesuai dengan POJK No.12/POJK.02/2020.

Dalam prospektus yang dipublikasikan, Bank IBK berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 7,28 miliar saham baru atau setara 39,35% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh.


Nilai nominal dari pelaksanaan rights issue ini sebesar Rp 100 per saham dengan harga pelaksanaan Rp 170 per saham. "Sehingga, jumlah dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Terbatas (PUT III) dalam penerbitan HMETD seluruhnya sebanyak-banyaknya berjumlah Rp 1,23 triliun," ungkap manajemen Bank IBK, Selasa (23/3/2021).

Industrial Bank of Korea selaku pemegang saham utama perseroan menyatakan akan melaksanakan sebagian haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT III ini, sampai dengan jumlah sebesar Rp 999,99 miliar atau sebanyak 5,88 miliar saham.

Apabila saham baru yang ditawarkan dalam PUT III ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh pemegang saham atau pemegang bukti HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham atau pemegang bukti HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham atau pemegang bukti HMETD yang memesan saham tambahan.

Apabila setelah alokasi pemesanan saham tambahan, masih terdapat sisa saham, maka berdasarkan perjanjian pembeli siaga antara perseroan dan PT Anugrah Cipta Mould Indonesia akan membeli sisa saham tersebut hingga sebanyak-banyaknya Rp 22,49 miliar atau sebanyak-banyaknya 132,32 juta saham.

Jika masih terdapat sisa saham dari jumlah yang ditawarkan, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan perseroan dari portepel.

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, bank dengan kode saham AGRS ini juga telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham pada 18 Januari 2021. Tanggal efektif dijadwalkan akan diperoleh pada 30 April 2021.

Tanggal akhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 10 Mei, sedangkan di pasar tunai 20 Mei 2021. Sementara itu, tanggal mulai perdagangan tanpa HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 11 Mei 2021, pasar tunai pada 21 Mei 2021.

Periode pelaksanaan HMETD akan berlangsung pada 24 Mei sampai dengan Juni 2021 dengan pencatatan saham baru hasil pelaksanaan rights issue di BEI pada 24 Mei 2021 mendatang.

Hari ini, saham AGRS menjadi yang paling ambles dan menyentuh ARB, yakni sebesar 6,87% ke Rp 610/saham. Dalam sepekan saham ini sudah anjlok 24,22%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos WSKT Paparkan Kesiapan Garap Infrastruktur Hijau di IKN


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading