Ini Dia Pemilik 'Harta Karun' Rare Earth Terbesar, Ada RI?

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
23 March 2021 13:17
Rare earth element atau yang juga dikenal dengan sebutan logam tanah jarang (LTJ) . (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Logam tanah jarang (LTJ) atau Rare Earth Element (REE) sempat ramai dibicarkan dan menarik perhatian dunia. Logam ini adalah 17 unsur pada tabel periodik kimia, terdiri dari 15 unsur lantanida ditambah skandium dan yttrium.

Etimologi tanah jarang sendiri bukan didasari oleh jumlahnya yang sedikit, mengingat serium, neodimium dan beberapa logam tanah jarang lain memiliki kelimpahan yang lebih besar dari perak, timbal dan timah di kerak bumi.

Hanya saja, secara geokimia logam ini tersebar merata dan jarang ditemukan dalam jumlah banyak di satu tempat, menyebabkan sangat susahnya menemukan deposit utama logam tanah jarang. Sehingga seringkali logam ini tidak ekonomis untuk ditambang sendiri.


Dalam beberapa dekade terakhir, terlihat peningkatan penggunaan LTJ yang cukup besar secara global di berbagai industri. Alasan utama adalah perkembangan teknologi yang semakin cepat dan signifikan.

LTJ memiliki karakteristik seperti sifat magnet yang kuat dan memiliki sifat katalis, saat ini LTJ digunakan secara luas dalam pengembangan energi bersih (yaitu penerangan LED, turbin untuk energi angin, dan panel untuk tenaga surya PV), industri otomotif (yaitu kendaraan hibrida atau listrik), dan pabrik pengolahan (industri penyulingan minyak).

Seiring berjalannya proses transisi menuju bumi yang lebih bersih, permintaan terhadap logam tanah jarang akan membesar dua kali lipat di tahun 2030. Sehingga semua negara sangat butuh rantai pasokan yang bisa diandalkan, tidak terkecuali Indonesia.

IHSG
Australia Punya Cadangan REE Terbesar
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading