Sentimen Pekan Depan

Hati-hati, Minggu Depan Ada 3 Hantu yang Gentayangi Pasar Lho

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
21 March 2021 18:00
US Treasury, Bond, Obligasi (Ilustrasi Obligasi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Minggu ini pasar keuangan domestik sedikit mengalami goyangan. Baik nilai tukar rupiah, surat berharga negara (SBN) hingga saham kompak mengalami koreksi. 

Nilai tukar rupiah terdepresiasi 0,14% terhadap greenback ke Rp 14.400/US$. Imbal hasil nominal (yield) SBN tenor 10 tahun RI naik 0,098 poin persentase ke 6,82%. Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,03%. 

Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (BI-7 Day Reverse Repo Rate) di level 3,5%. Keputusan ini diambil oleh BI dalam rangka menjaga stabilitas rupiah dari meningkatnya risiko ketidakpastian global.


Risiko di pasar keuangan yang saat ini merebak adalah kenaikan imbal hasil nominal obligasi pemerintah AS tenor. Yield surat utang AS tersebut tembus 1,73% pekan ini dan menyentuh level tertinggi dalam satu tahun terakhir. 

Kenaikan yield terjadi seiring dengan kenaikan ekspektasi inflasi. Bank sentral AS juga memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat. Proyeksi The Fed menunjukkan bahwa Personal Consumption Expenditures Index (PCE) diperkirakan naik 2,4% pada 2021. Angka tersebut naik dari proyeksi Desember sebesar 1,8%.

Tekanan inflasi diperkirakan akan terus tumbuh pada tahun 2022 dengan PCE naik 2,0%, naik dari perkiraan Desember sebesar 1,9%. Pada 2023, Federal Reserve memperkirakan inflasi akan mencapai 2,1%.

Sementara itu untuk ekspektasi inflasi inti yang tidak menghitung komponen volatile food dan harga energi, diperkirakan akan naik 2,2% tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 1,8%.

Tahun depan, inflasi inti diperkirakan naik 2,0%. Naik 0,1 poin persentase dibandingkan dengan perkiraan Desember sebesar 1,9%. Pada tahun 2023, inflasi diperkirakan akan meningkat menjadi 2,1%.

Outlook kenaikan inflasi tersebut membuat yield obligasi menguat yang berarti harganya terkoreksi. Jika yield obligasi pemerintah AS terus naik, maka hal yang serupa juga akan terjadi pada instrumen pendapatan tetap Tanah Air. Imbal hasil SBN akan ikut naik yang berarti harganya melemah. 

Ini Sentimen Pasar Keuangan Minggu Depan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading